Kimi ke Toyota, Kenapa Tidak?

Kimi ke Toyota, Kenapa Tidak?

- Sport
Senin, 26 Des 2005 08:38 WIB
Kimi ke Toyota, Kenapa Tidak?
Jakarta - Rupanya, ketimbang Juan Pablo Montoya, spekulasi bahwa Kimi Raikkonen-lah yang akan keluar dari McLaren berhembus lebih kencang. Toyota bisa saja jadi pengait kemungkinan tersebut.Ada apa dengan Toyota? Kabarnya tim asal Jepang ini mulai serius mempelajari situasi masa depan Raikkonen di McLaren, yang kontraknya akan habis di penghujung musim 2006.Tidak itu saja, harian berpengaruh di Jerman Bild bahkan mengklaim pihaknya mengendus adanya upaya berani yang tengah disiapkan Toyota untuk merekrut pembalap Finlandia itu lebih cepat.Apa itu? Proposal senilai 275 juta poundsterling atau sekitar Rp 4,7 triliun (!) kepada McLaren untuk melepas Raikkonen lebih cepat, yakni musim depan.Toyota tidak mau tanggung-tanggung dalam berburu "Si Manusia Es" karena saingannya jelas-jelas berbahaya dan wajib ditakuti: Ferrari. Bukan isu sesaat bahwa Raikkonen diincar Scuderia sebagai antisipasi Michael Schumacher memutuskan pensiun pasca 2006. Bahkan beredar rumor kedua pihak telah menyepakati pra-kontrak -- meskipun baik Raikkonen maupun Ferrari menyangkalnya.Kalaupun Schumi mengambil opsi bertahan setelah 2006, bukan mustahil Raikkonen akhirnya mau berpartner dengan juara dunia tujuh kali asal Jerman itu, walaupun ia pernah mengisyaratkan keengganan bertandem dengan rival besarnya itu.Kembali ke Toyota, tim yang musim lalu menduduki posisi empat besar itu jelas memperlukan pembalap hebat untuk mendukung ambisinya menjadi tim papan atas, setelah musim ini dirintis dengan sangat baik oleh duet Jarno Trulli dan Ralf Schumacher.Peningkatan mutu skuad bisa dilakukan Toyota untuk musim 2007 karena Trulli dan Ralf akan habis kontraknya di akhir 2006, sama seperti Raikkonen di McLaren. Jadi, celah itu memang cukup besar.Dus, jika skenario tersebut jadi kenyataan, berarti Montoya hampir dipastikan tetap duduk di kursi McLaren bersama sang juara dunia Fernando Alonso, yang akan datang dari Renault usai balapan 2006. (a2s/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads