detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Rabu, 01 Jul 2020 05:00 WIB

Ikuti Liga Inggris, F1 Ingin Adakan Aksi Berlutut Sebelum Balapan

Adhi Prasetya - detikSport
MELBOURNE, AUSTRALIA - MARCH 12: Lando Norris of Great Britain and McLaren F1 poses for a photo in the Paddock during previews ahead of the F1 Grand Prix of Australia at Melbourne Grand Prix Circuit on March 12, 2020 in Melbourne, Australia. (Photo by Robert Cianflone/Getty Images) Pebalap McLaren, Lando Norris. Foto: Getty Images/Robert Cianflone
Jakarta -

Balapan Formula 1 2020 juga ingin ikut serta memerangi rasisme. Para pebalap berencana melakukan aksi berlutut sebelum lomba.

Start F1 akan dimulai di Grand Prix Austria, Minggu (5/7/2020). Balapan di Red Bull Ring itu menjadi seri pertama yang digelar pasca penangguhan musim imbas dari pandemi COVID-19.

Sebelum balapan, muncul kabar para pebalap F1 pun ingin menunjukkan solidaritas mereka dengan ikut melakukan aksi berlutut sebelum balapan. Hal ini untuk mendukung gerakan 'Black Lives Matter' yang saat ini terus menggema, usai kematian George Floyd di tangan polisi kulit putih Minneapolis pada akhir Mei lalu.

Jika jadi dilaksanakan, aksi ini mengingatkan publik dengan ajang olahraga lain seperti Liga Inggris saat kembali dilanjutkan, di mana para pemain melakukan aksi berlutut sebelum kickoff.

"Jika kami akan melakukannya (berlutut), maka kami semua harus melakukannya di grid," kata pebalap McLaren, Lando Norris, dikutip dari BBC.

"Kami akan melakukan apapun untuk menunjukkan kepedulian kami dan rasa hormat kami kepada semua orang. Kami akan melakukan hal yang benar saat waktunya tiba," lanjut pebalap asal Inggris itu.

Sebelumnya, juara dunia F1 Lewis Hamilton sempat bersuara mengenai minimnya dukungan F1 dalam mengecam ketidakadilan bagi orang-orang kulit hitam. Pebalap Williams, George Russell, mendukung kompatriotnya tersebut.

Manchester City's Kevin De Bruyne takes a knee in support of the Black Lives Matter movement before the English Premier League soccer match between Manchester City and Arsenal at the Etihad Stadium in Manchester, England, Wednesday, June 17, 2020. The English Premier League resumes Wednesday after its three-month suspension because of the coronavirus outbreak. (Peter Powell/Pool via AP)Di Liga Inggris, para pemain dan ofisial pertandingan melakukan aksi berlutut sebelum laga dimulai. Foto: Peter Powell/Pool via AP

"Lewis sangat lantang menyuarakan pikirannya dan juga kata-kata yang diucapkannya, dan sikapnya itu sudah benar," kata Russell.

"Kondisi ini telah membuka mata kita terhadap isu-isu yang penting di dunia. Jika suatu hal tak mempengaruhimu secara personal, kadang kamu tak tahu betapa pentingnya isu itu. Jadi hal ini harus kami dukung."

"F1 perlu lebih inklusif. Saat ini olahraga kami terlalu didominasi orang-orang kulit putih," jelasnya.



Simak Video "Formula 1 2020 Kemungkinan Digelar Tanpa Penonton"
[Gambas:Video 20detik]
(adp/bay)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com