Barrichello Hilang Kesabaran di Ferrari
Senin, 09 Jan 2006 11:56 WIB
Jakarta - Rubens Barrichello mengaku karirnya sulit saat di tim Ferrari karena menjadi bayang-bayang Michael Schumacher. Hal itu menjadi alasan pembalap asal Brasil ini meninggalkan tim Ferrari.Barrichello mengungkapkan bahwa karirnya sangat tidak mudah selama menjalani karirnya bersama Ferrari. Pasalnya tim Kuda Jingkrak ini selalu mendesain rencana untuk kesuksesan Schumi. Sebab itu Barrichello mengaku tidak tahan hanya menjadi pembalap nomor 2 di Ferrari sebelum akhirnya memutuskan angkat kaki. Bagi Barrichello keputusan pindah ke tim Honda penting bagi karirnya. Meski demikian Barrichello pun mengakui Schumi adalah pembalap yang memiliki skill yang tinggi. Barrichelo Ia pun merendah jika harus diadu maka dia akan berada di belakang pembalap Jerman ini. "Saya pikir, bakat untuk bakat, Michael mungkin akan lebih di depan. Namun saya mampu bertahan dan selalu membuat keseimbangan di dalam tim," ungkap Barrichello seperti dilansir Planet F1. "Anda akan sampai pada satu titik. Anda telah kehilangan sedikit kesabaranya dan Anda dapat melihat tidak mencapai apa -apa , jadi ini adalah waktu yang tepat untuk pergi," ujarnya. Pembalap berusia 33 tahun ini sangat yakin akan karirnya bersama tim barunya, Honda saat ini. Jika menjadi starter, Barrichello optimis dapat melakukan seperti Schumi dengan menjadi juara di musim kompetisi 2006."Jika Anda menaruh kami sejak awal di tim dengan segalanya yang sama , saya mungkin dapat melakukan dengan bauj. Saya pikir saya bisa menjadi juara seperti yang dia lakukan (Schumi)," kata Barrichello penuh yakin. Foto: Rubens Barrichello (wienerzeitung). (key/)











































