detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Jumat, 04 Sep 2020 05:00 WIB

Kalau Cuma Sendirian, Verstappen Sulit Putus Dominasi Mercedes

Adhi Prasetya - detikSport
SPA, BELGIUM - AUGUST 30: Third placed Max Verstappen of Netherlands and Red Bull Racing looks on from the podium during the F1 Grand Prix of Belgium at Circuit de Spa-Francorchamps on August 30, 2020 in Spa, Belgium. (Photo by Rudy Carezzevoli/Getty Images) Verstappen jadi satu-satunya pemenang di luar Mercedes sejauh ini di F1 2020. Foto: Getty Images/Rudy Carezzevoli
Jakarta -

Max Verstappen menjadi satu-satunya pebalap yang bisa menandingi dominasi Mercedes di Formula 1 2020. Meski begitu, driver Red Bull Racing itu kesulitan karena hanya 'berjuang sendirian'.

Sejauh ini, F1 2020 sudah menuntaskan tujuh seri balapan. Mercedes lewat Lewis Hamilton dan Valtteri Bottas berhasil mendominasi dengan memenangi enam di antaranya. Rinciannya, Bottas menang sekali dan Hamilton lima kali.

Satu-satunya balapan yang lepas yakni GP 70th Anniversary yang digelar di Silverstone, Inggris. Verstappen kala itu berhasil menang dan sempat membuat publik berharap akan ada tim yang bisa mengakhiri dominasi Mercedes dalam 6 tahun terakhir.

Meski begitu, upaya Verstappen itu dirasa tak cukup, meski ia selalu finis tiga besar dalam enam Grand Prix terakhir. Pasalnya, rekan setimnya, Alexander Albon, belum pernah naik podium sejauh ini. Meski hampir selalu finis di 10 besar, posisi terbaik driver berdarah Thailand itu hanyalah urutan keempat.

Hal tersebut, menurut Hamilton, adalah faktor utama tak ada tim yang mampu menandingi Mercedes sejauh ini. Selain urusan kecepatan mobil, tim yang hanya mengandalkan seorang pebalap jelas sulit untuk bersaing menjadi juara konstruktor.

Saat ini, Mercedes di urutan teratas klasemen konstruktor dengan 264 poin, sedangkan Red Bull baru mengumpulkan 158 poin.

"Apa yang bisa dilihat dari Red Bull, menurut saya mereka punya mobil yang sangat bagus. Saya pikir orang-orang agak meremehkan mereka, tapi mobil mereka sangat kuat dan Max sudah membalap dengan hebat," kata Hamilton, dikutip dari Crash.

"Sayangnya, kondisi dua pebalap mereka tak seperti saya dan Valtteri dan itulah yang membuat mereka kesulitan."

SPA, BELGIUM - AUGUST 30: Max Verstappen of the Netherlands driving the (33) Aston Martin Red Bull Racing RB16 on track during the F1 Grand Prix of Belgium at Circuit de Spa-Francorchamps on August 30, 2020 in Spa, Belgium. (Photo by Francois Lenoir/Pool via Getty Images)Verstappen saat di GP Belgia pekan lalu. Foto: 2020 Pool/Pool

"Saya juga mengalaminya beberapa tahun lalu sewaktu masih di McLaren. Saat itu saya selalu di depan tapi tak punya rekan yang membantu."

"Jadi sama saja, kamu tak dapat poin konstruktor, kamu juga tak bisa menjalankan strategi melawan tim lain. Itulah yang dialami (Red Bull), (Max) berjuang sendirian," jelas Hamilton.

Kepala tim Red Bull Racing Christian Horner sejauh ini masih percaya dengan Albon, yang baru menjalani musim keduanya di F1, sehingga dianggap wajar bila belum bisa bersaing ketat di papan atas.

Selanjutnya, seri kedelapan F1 2020 akan digelar di Sirkuit Monza, Italia, pada Minggu (6/9) malam WIB. Balapan ini akan dihadiri 250 dokter dan perawat sebagai wujud penghargaan atas perjuangan mereka selama pandemi COVID-19.



Simak Video "Momen Dramatis Hamilton Juara dengan Ban Pecah"
[Gambas:Video 20detik]
(adp/rin)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com