'Mata-Mata' Toyota Diajukan ke Pengadilan
Selasa, 17 Jan 2006 04:25 WIB
Jakarta - Tak mau kalah dengan dinas rahasia Amerika Serikat FBI, Toyota juga punya mata-mata. Bedanya aksi mata-mata Toyota 'tertangkap' yang berwajib. Wah! Dilansir bbc, Selasa (17/1/2006), tiga orang pegawai yang pernah bekerja untuk Toyota tengah menghadapi tuntutan pencurian teknologi yang dilaporkan jaksa penuntut wilayah Cologne, Jerman. Menurut para jaksa ini Toyota telah menyalahi hukum Jerman dengan mendesain mobil musim balap 2003 menggunakan software yang diperoleh dari Ferrari secara ilegal. Para pekerja Toyota itu merupakan mantan pekerja Ferrari yang diduga mencuri program pengolahan data dari eks timnya guna keperluan aerodinamik mobil uji coba ketika bergabung tahun 2002. Ketiga eks pekerja yang disebut-sebut sebagai mata-mata Toyota adalah Ove Andersson (eks wakil ketua umum), Gustav Brunner (eks kepala desain) dan Rene Hilhorst (eks kepala aerodinamik). Toyota sendiri membantah pihaknya juga dituntut atas kasus ini. Namun mereka mengaku sudah mengetahui mengenai adanya tuntutan terhadap mantan pekerjanya meski menolak memberikan komentar sebelum masalahnya jelas. "Toyota Motorsport belum diberitahu secara formal soal masalah ini. Dan kami tidak memiliki pengetahuan yang cukup untuk mengetahui isu ini secara spesifik," kata Toyota. "Oleh karenanya Toyota menolak memberikan komentar lebih lanjut. Tetapi kami tetap yakin kalau situasi ini dapat diselesaikan dengan kesimpulan yang positif buat semua yang terlibat," demikian pernyataan pabrikan asal Jepang ini. Berkas tuntutan terhadap ketiga mantan pegawai Toyota itu sudah masuk ke pengadilan sejak bulan Desember. Tapi pengadilan Jerman yang mengkhususkan pada penyelesaian kejahatan ekonomi masih akan mengadakan hearing atas kasus ini pada waktu yang belum ditentukan. Foto: Toyota tersangkut kasus mata-mata (AFP/Kazuhiro Nogi) (mel/)











































