Moesley Langgar Komitmen, GPMA Gerah
Senin, 06 Feb 2006 09:31 WIB
Jakarta - Entah apa yang ada di pikiran Max Moesley. Presiden FIA itu melanggar komitmen lembaga yang dipimpinnya sendiri yakni tidak ikut campur soal keuangan F1. Tindakannya ini kontan membuat GPMA (Grand Prix Manufacturers' Association) gerah.Tahun 2001 FIA sepakat untuk tidak campur tangan soal keuangan di F1, dan hanya bertindak sebagai regulator. Kebijakan inilah yang dilangkahi Moesley, dengan memberikan saran secara resmi kepada pemegang hak komersil F1, Bernie Ecclestone, untuk menghapus subsidi kepada tim-tim pabrikan mulai musim 2008.Terang saja tindakan Moesley ini membuat anggota GPMA geram. Asosiasi yang kini tinggal beranggotakan lima produsen mobil yakni Mercedes, BMW, Renault, Honda dan Toyota itu mengkritik tindakan Moesley."Berdasarkan kebijakan FIA, kami sangat terkejut dengan komentar Moesley. Namun demikian GPMA tetap dengan strategi awal, dan akan melanjutkan diskusi dengan pemegang hak komersil," ujar seorang juru bicara GPMA, seperti dilansir Crash, Minggu (5/2/2006).Tidakan Moesley ini bisa diartikan sebagai tekanan terhadap GPMA agar segera menerima penawaran Ecclestone yang tertuang dalam Concorde Agreement. Sebab hingga saat ini lima tim manufaktur di atas masih belum memperpanjang kerjasamanya dengan Ecclestone. Mereka menginginkan pembagian keuntungan yang lebih besar dari F1, dan mengancam mengadakan kompetisi tandingan tahun 2008.Ferrari adalah tim pertama yang memperpanjang Concorde Agreement hingga tahun 2012. Perlahan tapi pasti, tim-tim lain juga menyusul seperti Williams, Red Bull, Scuderia Toro Rosso dan Midland. Dua tim yang diperkirakan bakal bergabung ialah Toyota dan Honda. Keduanya kerap membuat pernyataan sikap sendiri yang tidak seragam dengan GPMA.Foto: Bernie Ecclestone langgar komitmen FIA (desports). (lom/)











































