Ferrari Sudah Seperti Juara (Lagi)

Profil Tim F1 2006 (3)

Ferrari Sudah Seperti Juara (Lagi)

- Sport
Rabu, 08 Mar 2006 14:13 WIB
Ferrari Sudah Seperti Juara (Lagi)
Jakarta - Musim 2006 ini Ferrari akan tampil dengan perubahan besar, mulai dari masalah teknis sampai tenaga ahli. Melihat kesiapan 248 F1, Ferrari sudah tampak seperti juara (lagi).Kebijakan FIA menggunakan mesin V8 di Formula 1 memaksa semua tim melakukan perubahan rancangan mobil yang cukup besar, termasuk Ferrari. Jika dilihat sisi positifnya, kondisi ini bisa menguntungkan Ferrari. Sebab, tim pabrikan Italia itu cukup berpengalaman dengan mesin V8.Tahun 1964 gelar juara konstruktor berhasil disabet, dan disandingkan dengan gelar juara pembalap oleh John Surtees, yang juga menempatkan dirinya sebagai pembalap pertama yang menjuarai grandprix balap motor dan mobil. Namun sukses ini kemudian menjadi kerinduan sangat panjang karena Ferrari kemudian merasakan kegagalan selama 11 tahun berturut-turut.Itu adalah sukses kedua yang diraih Ferrari sejak gelar konstruktor diperebutkan tahun 1958. Saat itu mobil yang tercepat sebenarnya bukanlah 158F1 (1,5 liter V8) milik Ferrari, melainkan Lotus yang dikemudikan Jim Clark. Tetapi terbukti reabilitas yang dimiliki 158F1 lebih efektif dibanding lawan-lawannya. Sayang, itu adalah terakhir kalinya mesin V8 dipakai karena kemudian balapan F1 berkembang memakai mesin 3,3 liter V12.Seiring waktu dan perkembangan teknologi, F1 justru ingin memperkecil kapasitas mesin, salah satunya demi alasan keselamatan pembalap. Sampailah kini F1 kembali menggunakan mesin V8. Walau teknologinya tidak lagi sama, konsep 158F1 yang berjaya tahun 1964 akan sangat berguna untuk perkembangan 248F1.Perubahan dari mesin V10 yang dipakai musim lalu ke V8 memunculkan masalah teknis, salah satunya vibrasi yang lebih besar. Seperti dikeluhkan pembalap Red Bull Christijan Klien baru-baru ini, mesin V8 056 Ferrari yang mereka pakai bermasalah.Disebutkan Klien, RB2 sering over heating dan reliabilitas sangat payah. Padahal daya tahan mesin amat dibutuhkan mengingat FIA tetap mempertahankan kebijakan satu mesin untuk dua balapan. Pertanyaannya, benarkah mesin V8 Ferrari bermasalah? Mengapa hanya Klien yang merasakannya? Bagaimana dengan Michael Schumancher dan Felippe Massa yang juga memakai mesin sama?Jika melihat positifnya, ini berarti Ferrari lebih siap. Rangka 248F1 cocok ditandemkan dengan mesin V8 056. Buktinya dalam ujicoba di Mugello Michael Schumacher bahkan mampu mengalahkan rekor lama Rubens Barrichello tahun 2002 yakni 1 menit 22,140 detik menjadi 1 menit 21,947 detik. Mengingat tenaga mesin V8 lebih kecil 20 persen dari V10, hasil ini tentu sangat baik. Apalagi saat itu Schumi menghabiskan 70 lap, cukup untuk melihat ketahanan 248 F1.Untuk menjadi juara, sangat pantas meniru juara. Ferrari pun mengubah total konsep aerodinamik dan condong mengadopsi model mobil Renault musim lalu R25. Contoh paling jelas bisa dilihat dari model hidung kedua mobil. Untuk pekerjaan ini, Ferrari menggandeng kembali mantan ahli aerodinamiknya Nicholas Tombazis yang terakhir kali bergabung dengan McLaren Racing.Kejatuhan Ferrari musim lalu jelas karena masalah teknis khususnya aerodinamik dan ban. Kini masalah aerodinamik telah diaatasi. Sementara soal ban, dengan didukung empat tim lain yakni Toyota, Williams, Midland dan Super Aguri, Bridgestone akan lebih mudah mengatasi masalahnya. Bisa dibilang kini Ferrari tak lagi memiliki persoalan teknis.Soal pembalap, sulit untuk menilai Schumi sudah tidak layak. Motivasi juara dunia tujuh kali itu sedang tinggi-tingginya. Bukan hanya ingin merebut kembali mahkotanya, Schumi juga menilai bahwa ini adalah tahun pertaruhan karirnya. Jika gagal, Ferrari akan semakin yakin untuk mencari penggantinya seperti Kimi Raikkonen yang ramai diisukan. Kalau sudah begini, dilihat dari mana pun, Ferrari siap untuk juara (lagi).Scuderia Ferrari:Alamat: Ferrari SpA, Via A. Ascari, 41053 Maranello (MO), ItaliaTeam principal: Jean TodtDirektur Teknik: Ross BrawnDesain & Pengembangan: Aldo CostaKepala Desain: Nicholas TombazisKepala Teknisi: Paolo MartinelliTeknisi balapan untuk Schumacher: Chris DyerTeknisi balapan untuk Masssa: Gabriele Delli ColliPrestasi:Debut GP: 1950Gelar konstruktor: 14Gelar pembalap: 14Juara seri: 183Pole Position: 177Lap terbaik: 184Total poin: 4335Jumlah seri yang diikuti: 723Data teknis:Chassis: 248 F1 buatan FerrariBerat: 605 kgBan: BridgestoneMesin: Ferrari V8 056 - 90Kapasitas mesin: 2398 ccCapaian empat tahun terakhir:2002 : Juara - 221 poin2003 : Juara - 158 poin2004 : Juara - 262 poin2005 : Peringkat ke-3 - 100 poinFoto: Michael Schumacher dan partner barunya, Felipe Massa, dan "si kuda jingkrak". (AFP/Vincenzo Pinto). (lom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads