Trulli: Sistem Kualifikasi Ribet

Trulli: Sistem Kualifikasi Ribet

- Sport
Kamis, 09 Mar 2006 10:50 WIB
Trulli: Sistem Kualifikasi Ribet
Jakarta - Sistem kualifikasi yang kembali berubah mendapat tanggapan miring dari pembalap Toyota Jarno Trulli. Menurutnya, kualifikasi musim ini sangatlah rumit alias ribet. Sungguh membuat pusing tujuh keliling sistem kualifikasi musim 2006. Trulli pun tak mampu menyembunyikan keheranannya mengapa kualifikasi kali ini harus melewati banyak tahapan."Kualifikasi sekarang jadi lebih rumit dibanding tahun lalu. Namun bisa memacu tercatatnya waktu lap yang lebih cepat," ujarnya seperti dilansir F1Live, Kamis (9/3/2006). Tahun ini FIA menerapkan model baru kualifikasi yakni menggunakan sistem knockout (gugur), mengganti sistem satu lap yang dipakai musim sebelumnya. Pada sistem gugur ini kualifikasi berlangsung selama 1 jam, dibagi tiga sesi yang antar sesinya berjarak 5 menit.Sesi pertama, seluruh peserta (22 mobil) memiliki waktu 15 menit di lintasan untuk mencatat waktu terbaik. Selama sesi ini peserta boleh hanya melakukan satu lap, atau sebanyak mungkin selama 15 menit.Enam mobil yang paling lelet dipastikan tidak bisa mengikuti sesi kedua. Dan langsung menempati posisi start paling belakang sesuai dengan catatan waktunya. Sesi kedua, 16 mobil yang tersisa diberikan waktu 15 menit lagi. Kembali pada sesi ini 6 mobil paling lambat harus dieliminasi dan menempati urutan start 11-16.Kemudian di sesi terakhir, 10 mobil yang tersisa diberikan waktu 20 menit. Waktu tercepat pada sesi ini akan menempati pole position, dan selanjutnya berurutan peringkat 2-10.Khusus di sesi ketiga, semua mobil membawa bahan bakar yang akan dipakai untuk balapan, dan akan ditimbang sebelum masuk ke lintasan balap. Sementara mobil lain yang sudah tereliminasi boleh menambah bahan bakar sebelum balapan.Selama sesi kualifikasi, pembalap yang dinilai oleh steward sengaja berhenti atau berhenti tanpa alasan yang perlu sehingga mengganggu pembalap lain, catatan waktunya akan dibatalkan.Senada dengan Trulli, Direktur Sport Midland Adrian Burgess juga menyatakan sistem kualifikasi menjadi lebih ruwet. Ia tidak yakin pihak Formula 1 bisa meng-handle sistem itu dengan baik."Sangat sulit dikatakan dalam tahapan seperti itu semua bisa berjalan dengan lancar tanpa kekusutan," tandas Burgess.Foto: Jarno Trulli (motosport) (erk/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads