Jelang GP Bahrain
Assalamualaikum, F1!
Kamis, 09 Mar 2006 11:42 WIB
Jakarta - Ini sudah lima bulan sejak Fernando Alonso menutup balapan 2005 di Shanghai (dan tampil sebagai juara dunia) dan pekan ini balap jet darat musim 2006 akan dimulai lagi.Seperti biasa, pertanyaan "standar" menjelang kompetisi musim baru adalah: "Apanya yang baru? Apanya yang beda?"Well, sebagai olahraga yang mencampur permainan, teknologi, dan sisi-sisi manusiawi seperti ketangkasan, kecerdikan, atau keberanian, sampai entertainment dan lifestyle, Formula 1 tak pernah mau jadi ajang yang "jadul", agar penggemarnya bisa terus lintas generasi.Jadi, apa yang baru pada musim tahun ini? Apa ada yang beda? Dari yang paling gampang, sebut saja tuan rumah seri pertama. Setelah 10 tahun balapan dibuka di Australia, kali ini bendera putih-hitam kotak-kotak akan pertama kali dikibarkan di Bahrain.Ah, apa istimewanya? Tanyakan saja pada warga Bahrain. Menjadi yang pertama selalu membanggakan, terlebih F1-mania sudah hampir setengah tahun menunggu mesin-mesin jet menderu-deru di darat.Penunjukan Sakhir sebagai sirkuit pertama untuk digilas puluhan mobil cepat itu juga merupakan sebuah peningkatan reputasi buat Sakhir karena baru tahun lalu melakoni debutnya di event bergengsi ini.Oh ya, balapan di Melbourne Park diundur menjadi seri ketiga karena di bulan ini di kota Negeri Kanguru berlangsung olimpiade negara-negara persemakmuran alias Commonwealth Games 2006.Apa lagi bedanya? Soal regulasi teknis, banyak. Salah satunya adalah dikembalikannya pemanfaatan garasi alias pitstop untuk mengganti ban, setelah musim lalu semua tim bersusah payah memakai satu set ban sejak kualifikasi sampai balapan.Sistem kualifikasi juga diubah menjadi knockout, yang dibagi ke dalam tiga sesi. Di setiap sesi sejumlah pembalap terlamban tidak bisa mengikuti sesi berikutnya dan dipastikan start di belakang. Hanya 10 pembalap mengikuti sesi ketiga untuk mencari pole position.Penghematan biaya juga diupayakan antara lain dengan memangkas satu sesi latihan bebas (free practice) menjadi hanya tiga kali, sebelum sesi kualifikasi digelar pada Sabtu siang.Selain beberapa hal lain, semangat terbesar otoritas F1 adalah meningkatkan aspek keselamatan pembalap. Bagaimanapun, makin kencang mobil melaju, makin besar pula potensi bahaya yang mengiringinya. Upaya tersebut dipusatkan di tubuh jet-jet tersebut. Maka diubahlah sistem aerodinamika, yang intinya adalah untuk mengurangi downforce, salah satunya dengan aturan pemakaian sayap kembar di bagian belakang. Mesin juga diganti dari V10 ke V8. Alhasil, faktor kepiawaian si pembalap kali ini kali ini akan bertambah porsinya ketimbang sepenuhnya bergantung pada "benda mati".Lalu, bagaimana dengan para pelakunya? Dengan masuknya Super Aguri, maka jumlah tim menjadi 11 dan mobil yang bakal turun ke trek balapan menjadi 22. Dari sini saja bisa dilihat bahwa sirkuit akan lebih "sesak" dari sebelum-sebelumnya -- walaupun pernah dalam satu musim F1 diikuti 28 tim.Tim-tim besar masih dijagokan karena alasan masing-masing termasuk Ferrari -- satu-satunya tim yang masih aktif sejak 1950 -- yang musim lalu hancur lebur setelah mendominasi bertahun-tahun. Menurut banyak pihak, "kuda jingkrak" bakal meringkik lagi dengan keras, begitu pula sang joki, Michael Schumacher.Pembalap Jerman itu tidak mau pensiun dengan antiklimaks. Itu sebabnya ia melawan semua orang yang "memintanya" mundur akhir tahun lalu, setelah dikalahkan dengan telak oleh Alonso (dan Kimi Raikkonen). Tapi melihat usianya, hasil apapun di musim ini bisa jadi membuat Schumi berpikir lebih "rasional" mengenai akhir karirnya. Apalagi ia bakal mendapat perlawanan hebat dengan sederet pembalap lain. Selain Alonso dan Raikkonen, Juan Pablo Montoya, Jenson Button, Giancarlo Fisichella, Jarno Trulli, Rubens Barrichello, sampai Ralf Schumacher punya peluang cukup besar untuk berbicara banyak di musim ini.Pun persaingan di kategori konstruktor. Renault, yang musim lalu meraih sukses besar, diperkirakan bakal mendapat rintangan lebih kuat dari McLaren, Ferrari, Honda, dan Toyota. Sementara Red Bull, Williams, BMW, Midland, Scuderia Toro Rosso, dan Aguri bakal di bertarung di papan tengah agar tidak (melulu) masuk kategori gurem.Masih kurang "menjual"? Ah, saksikan saja seri demi seri karena setiap balapan pasti melahirkan kejadian sendiri-sendiri, dimulai dari Bahrain hari Minggu (12/3/2006) ini, tempat di mana pintu pertama balapan Formula 1 diketuk. Oh ya, sebagai negara Islam, tuan rumah takkan menyuguhi tamu istimewanya ini dengan sampanye beralkohol. Jadi, rayakanlah kedatangan ajang ini dengan ikut "menikmati" minuman buah lokal seperti delima dan trinj yang dicampur dengan sari bunga mawar dan air bernama Warrd, yang akan disemprotkan tiga pembalap pemenang di atas podium.Assalamualaikum, F1!Foto: Fernando Alonso saat menjuarai GP Bahrain 2005. Siapa pemenang tahun ini? (AFP/Damien Meyer). (a2s/)











































