Catatan Detiksport dari Sepang
Demi Hobi, Apapun Jadi
Senin, 20 Mar 2006 08:12 WIB
Sepang - Ribuan orang Indonesia datang ke Malaysia setiap tahunnya untuk menyaksikan Grnd Prix Formula 1. Mereka mengorbankan hal yang berharga demi memuaskan hobi. "Saya sudah menunggu kesempatan ini dari tahun 2002," kata Ketut, seorang peserta tur nonton F1 di Sirkuit Sepang saat ngobrol-ngobrol dengan detiksport. "Baru berkesempatan sekarang karena dari dulu selalu nggak cocok waktunya, mulai karena ada keluarga yang sakit lah, sampai acara besar agama. Akhirnya kesampaian juga," lanjut pria asli Bali ini. Atau tengoklah pengorbanan seorang F1 Mania yang berprofesi dokter berikut. "Demi nonton ini saya cuti satu hari (Senin). Sementara untuk pasien hari Sabtu dan Minggu saya rekomendasikan ke rekan-rekan seprofesi saya," tukas Beni, yang bekerja sebagai dokter spesialis paru-paru. Demi memuaskan hobi, waktu, tenaga dan uang rela mereka korbankan. Sebagai info untuk mengikuti tur nonton F1, peminat harus menyiapkan dana minimal Rp 4 juta. Itu baru untuk penginapan, transportasi dan tiket. Yang lain seperti makan harus keluar dana lagi. Buat para F1 mania yang kebanyakan berasal dari kalangan masyarakat Indonesia menengah ke atas itu tampaknya tidak menjadi masalah. Tetapi ada saja pengorbanan lain yang harus dilakukan. Misalnya melakukan sesuatu yang baru seperti melanglang buana ke luar negeri sendirian. "Sebetulnya saya pernah mau nonton GP Australia tahun lalu karena di sana ada teman. Tapi nggak jadi. Sekarang ini saya nekat pergi sendirian, soalnya udah niat banget sih!," ucap Nana. Nana mungkin tidak sendirian. Karena ada banyak banyak F1 mania yang juga melakukan pengorbanan dengan level yang sama. Tetapi buat para F1 mania menonton F1 secara langsung merupakan keinginan yang tidak bisa dibendung. Ibaratnya, bagai sayur tanpa garam lah! "Setelah ngedengerin sendiri bunyinya mesin mobil F1, jadi pengen nonton lagi yang tahun depan. Beda deh sensasinya," ucap Nana, yang baru sekali ini nonton langsung F1. Mengingat antusiasme orang-orang di Indonesia, tak heran jika F1 menjadi event olahraga yang jualannya laku di Indonesia. Seperti diakui Ita, seorang tour guide dari sebuah travel, animo masyarakat Indonesia untuk menyaksikan F1 cukup besar. "Dibandingkan MotoGP peminat F1 lebih besar. Bahkan nggak cuma ke sini (Sepang), kalau ada permintaan kami juga memberangkatkan mereka ke negara lain. Seperti misalnya ke Shanghai, tahun lalu juga banyak peminatnya," katanya, sambil mengatakan kalau tur yang dibuat travel-nya tahun ini memberangkatkan 70 orang. Pemerintah Malaysia sendiri tampaknya menyadari potensi yang dimiliki pada F1 mania Indonesia. Tak heran tahun lalu saja mereka berani menargetkan angka 6.000 penonton dari Indonesia yang datang ke negerinya. Kalau para pelancong itu menghabiskan uangnya di Malaysia bayangkan devisa yang diperoleh negeri jiran. Wah! Foto: F1 mania asal Indonesia mendatangi Sepang untuk menonton langsung GP Malaysia 2006. (Detiksport/Meliyanti) (a2s/)











































