Hangat di Luar Dingin di Dalam

Catatan Detiksport dari Sepang

Hangat di Luar Dingin di Dalam

- Sport
Senin, 20 Mar 2006 08:30 WIB
Hangat di Luar Dingin di Dalam
Jakarta - Ibarat permen mentol yang hangat di dalam tapi dingin rasanya di mulut. Begitu gaung Formula 1 di Malaysia. Saat warga negeri tetangga seperti Indonesia berbondong-bondong datang ke negeri mereka, publik tuan rumah tampak adem-ayem saja. Sewaktu melintas di jalan tol menuju kota Kuala Lumpur, detiksport tidak melihat umbul-umbul, spanduk atau baliho besar yang menandakan bahwa di negeri itu sedang digelar event sekelas F1. Yang kelihatan cuma baliho kecil yang dipasang di pembatas tengah jalan tol. Sampai di pusat kota gaung F1 lagi-lagi tidak terasa. Semuanya berjalan biasa. Buat yang tidak tahu ada event ini di Malaysia mungkin tidak akan pernah tahu. Gaung F1 baru terasa setelah kita menjejakkan kaki di kawasan Sirkuit Sepang. Tidak heran karena di sinilah event dunia itu akan digelar. Tetapi jika kita memperhatikan lebih jauh, sedikit sekali orang lokal Malaysia yang seliweran di antara puluhan bahkan ratusan ribu orang. Kebanyakan malah berstatus panitia atau penjual barang. Pengunjung? Kebanyakan para turis termasuk dari Indonesia. Kenyataan itu menimbulkan pertanyaan, kok di negeri digelarnya event itu sendiri penonton lokalnya malah sedikit? Saat iseng-iseng bertanya pada seorang penjaga warnet, jawaban yang saya peroleh seperti menggambarkan sikap warga Malaysia yang cuek. "Saya tidak nonton karena harus kerja," ujar dia. "Saya suka nonton (F1) di televisi tapi untuk nonton langsung meski di sini, tidak. Untuk apa sampai harus mengorbankan kerja," lanjutnya. Lewat milis penggemar jalan-jalan, seorang Malaysia pun pernah mengungkapkan keheranannya terhadap antusiasme orang asing melihat F1 di Malaysia. "Heran saya melihat orang-orang Indonesia. Kok mengorbankan banyak hal untuk sampai ke sini. Padahal selama F1 di gelar di sini (Malaysia) saya sendiri belum pernah datang," ucap milister tersebut. Reaksi warga Malaysia berbanding terbalik dengan Indonesia. Di Jakarta saja, misalnya, banyak travel yang membuat paket nonton bareng. Promosi juga dilakukan secara besar-besaran dengan menggaet Putri Indonesia untuk mempromosikan event ini. Foto: Seorang penonton lokal GP Malaysia. Fans lokal tak banyak. (Detiksport/Meliyanti) (a2s/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads