Mengenang Cerita Imola 1982

Jelang GP San Marino

Mengenang Cerita Imola 1982

- Sport
Rabu, 19 Apr 2006 08:01 WIB
Mengenang Cerita Imola 1982
Jakarta - Imola pertama kali menjadi tuan rumah balapan F1 tahun 1980. Sebutan sebagai GP San Marino sendiri baru resmi dipakai setahun kemudian.Nama awal sirkuit yang arah membalapnya berlawanan dengan jarum jam ini adalah Autodromo Enzo Ferrari. Tahun 1988 namanya diubah menjadi Autodromo Enzo e Dino Ferrari, untuk mengenang putra Enzo yang meninggal karena Leukaemia tahun 1956. Dari namanya cukup jelas bahwa ini adalah rumahnya Scuderia Ferrari.Banyak cerita menarik seputar F1 yang terjadi di sirkuit ini. Salah satu yang istimewa yakni kisah dua pembalap legendaris Ferrari Didier Pironi dan Gilles Villeneuve tahun 1982.Imola 1982 diwarnai intrik politik cukup besar di Formula1. Nelson Piquet dan Keke Rosberg didiskualifikasi karena ketahuan membalap dengan berat mobil yang lebih ringan dari aturan di seri sebelumnya GP Brasil. Beberapa tim yang sebagian besar berbasis di Inggris kemudian memboikot GP San Marino. Hanya tujuh tim yang ikut serta yakni, Ferrari, Renault, Alfa Romeo, Tyrell, ATS, Toleman dan Osella.Hasil balapan menempatkan Pironi sebagai juara, mengungguli Villeneuve. Tetapi itu bukanlah keseluruhan ceritanya.Saat kualifikasi, dua pembalap Renault Rene Arnoux dan Alain Prost berturut-turut menempati posisi start terdepan. Sementara di baris kedua Villeneuve start di depan Pironi. Balapannya sendiri berlangsung seru. Riuh penonton yang mayoritas adalah pendukung Ferrari pun kian menggila saat kedua pembalapnya naik menjadi pimpinan lomba.Meski satu tim, kedua pembalap Ferrari bersaing dengan ketat dengan beberapa kali saling melakukan overtaking ditambah aksi late breaking. Saat Pironi menyalip, Villeneuve tidak terlalu khawatir. Pembalap Kanada itu menganggap rekannya ingin melakukan atraksi dan menghibur fans. Anggapannya memang benar, sambutan para tifosi semakin heboh.Ketika balapan memasuki lap terakhir, Villeneuve mengira persaingan keduanya segera selesai. Namun Pironi punya pikiran berbeda. Walau Ferrari menerapkan kebijakan team order dengan Villeneuve sebagai pembalap utama, Pironi tetap meneruskan mobilnya hingga menyentuh garis finis pertama kali.Usai balapan Villeneuve berang. Dia mengingatkan rekannya bahwa kemenangan seharusnya menjadi miliknya. Saat itu Villeneuve bersumpah tidak akan pernah lagi menegur Pironi.Sumpah tersebut menjadi kenyataan. Dua pekan kemudian, Villeneuve mengalami kecelakan saat kualifikasi GP Belgia di Zolder. Tragisnya, kecelakaan tersebut merenggut nyawa Villeneuve, tetapi sekaligus menempatkan namanya dalam sejarah sebagai legenda Ferrari juga Formula 1.Selain itu, tentu saja, Imola terkenal sebagai "makam" pembalap legendaris lainnya, Ayrton Senna, yang tewas mengerikan karena menabrak dinding di tikungan Tamburello.Foto: Didier Pironi merayakan podium pertamanya di Imola tahun 1982 (Formula1). (lom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads