Hamilton Kesulitan di F1 2022, Alonso: Selamat Datang di Papan Tengah

Adhi Prasetya - Sport
Jumat, 20 Mei 2022 09:35 WIB
JEDDAH, SAUDI ARABIA - MARCH 27: Lewis Hamilton of Great Britain driving the (44) Mercedes AMG Petronas F1 Team Mercedes W13 looks on during the F1 Grand Prix of Saudi Arabia at the Jeddah Corniche Circuit on March 27, 2022 in Jeddah, Saudi Arabia. (Photo by Eric Alonso/Getty Images)
Hamilton belum meraih kemenangan di F1 musim ini. Foto: Getty Images/Eric Alonso
Oviedo -

Lewis Hamilton kesulitan bersaing di lima seri awal Formula 1 musim ini. Juara dunia dua kali Fernando Alonso pun memberi tanggapannya soal masalah yang dialami driver Mercedes tersebut.

Dari lima balapan F1 yang sudah digelar musim ini, Hamilton hanya sekali naik podium, yakni finis ketiga di GP Bahrain yang merupakan seri pembuka. Itu pun 'terbantu' oleh nasib buruk Max Verstappen dan Sergio Perez yang gagal finis.

Sisanya, capaian Hamilton naik turun bagai yo-yo. Ada yang terbilang cukup baik seperti saat finis keempat di GP Australia, namun ada juga yang menyedihkan saat finis ke-13 di GP Emilia Romagna.

Semua itu tentu dipengaruhi oleh performa mobil Mercedes W13 yang sejauh ini belum mampu bersaing meraih kemenangan. Hamilton terlihat mudah disalip, khususnya oleh Red Bull Racing di sejumlah kesempatan.

Alonso pun memberi tanggapan soal apa yang menimpa Hamilton di musim ini. Menurutnya, itu adalah bagian dari balapan F1 yang tak cuma dituntut memiliki skill menyetir yang mumpuni, namun juga mobil yang cepat.

"Memang seperti itulah sifat asli olahraga ini. Terkadang kamu memiliki kualitas mobil yang lebih baik, terkadang kamu tak memiliki hal itu dan masih perlu berjuang untuk membuat sejumlah perbaikan," kata Alonso kepada BBC.

"Musim ini, terlihat bahwa pebalap punya peran sangat penting di F1, tapi tidak krusial. Lewis sudah membalap dengan baik selama delapan tahun terakhir. Dia mendominasi dan memecahkan segala rekor, mencatat seratusan pole position."

"Sekarang, dia masih bisa menyelesaikan satu lap dengan luar biasa seperti di Australia, tapi tetap saja tertinggal satu detik di belakang. Jadi ya, selamat datang," katanya menambahkan.

Alonso pun menceritakan kisahnya menjadi juara dunia pada 2005 dan 2006. Kala itu, ia mengalahkan Michael Schumacher yang tampil dominan selama lima tahun terakhir. Menurut driver 40 tahun itu, ia pun bisa melakukannya berkat mobil Renault yang bagus.

"Inilah F1. Dalam hal angka-angka, olahraga ini tak akan pernah adil. Ini adalah olahraga tim dan kita cenderung melupakan hal ini, terutama saat meraih kesuksesan. Meskipun kami bahagia atas pencapaian yang diraih dan coba berbagi kesenangan bersama tim, semua pemberitaan tetap tertuju kepada driver."

DOHA, QATAR - NOVEMBER 21: Race winner Lewis Hamilton of Great Britain and Mercedes GP, second placed Max Verstappen of Netherlands and Red Bull Racing and third placed Fernando Alonso of Spain and Alpine F1 Team celebrate on the podium during the F1 Grand Prix of Qatar at Losail International Circuit on November 21, 2021 in Doha, Qatar. (Photo by Hamad I Mohammed - Pool/Getty Images)Verstappen, Hamilton, dan Alonso saat naik podium di GP Qatar tahun lalu. Foto: Getty Images/Pool

"Itu terjadi pada saya saat dua kali juara dunia. Saya mengalahkan Michael Schumacher. Ini adalah topik besar, namun mobil saya saat itu lebih bisa diandalkan dan memiliki performa yang bagus. Kamu tak bisa memuji habis-habisan hal tersebut karena headline-nya tetap si pebalap. Hal ini berlaku juga kepada Lewis."

"Bisa meraih lebih dari 100 pole position di F1 ada sesuatu yang tak terpikirkan. Kamu perlu memiliki mobil terbaik selama bertahun-tahun. Terkadang kami melakukan lap yang luar biasa dan tetap berada di posisi 15, bagaimana menjelaskan hal itu kepada orang-orang? Mustahil," jelas Alonso.

F1 seri berikutnya yakni GP Spanyol yang akan digelar pada Minggu 22 Mei pukul 20.00 WIB.

(adp/ran)