Schumi Serahkan Gelar Pada Alonso
Minggu, 08 Okt 2006 18:45 WIB
Suzuka - Setelah gagal finis di GP Jepang, peluang Michael Schumacher untuk memenangkan juara dunia kedelapan nyaris tertutup. Secara jantan pembalap Ferrari ini menyerahkan gelar juara pada Fernando Alonso. Sebelum GP Jepang yang berlangsung Minggu (8/10/2006) peluang Schumi untuk meraih titel juara kedelapan sangat terbuka lebar. Usai kemenangan di Cina sepekan lalu ia memuncaki klasemen pembalap berkat keunggulan jumlah kemenangan - tujuh berbanding enam - meski poin yang diraihnya maupun Alonso sama-sama 116 poin. Saat kualifikasi digelar hari sabtu ia pun masih dinaungi dewi fortuna. Meski tidak menempati pole position, Schumi start dari posisi dua di belakang rekan setimnya Felipe Massa. Lebih berpeluang lagi setelah Alonso hanya menempati posisi start kelima. Pada hari Minggu, hari balapan digelar, cuaca pun seolah mendukung Schumi. Sirkuit Sizuka yang dua hari berturut-turut sempat diguyur hujan, terang benderang sejak pagi hari. Dengan kondisi balapan kering, Ferrari dan Bridgestone-nya dipercaya bakal digdaya. Schumi membuktikan prediksi itu saat memimpin lomba hingga 36 lap. Meski dibayang-bayangi oleh Alonso, ia mampu mempertahankan selisih waktunya dengan rivalnya itu dengan cukup stabil. Tetapi setelah menjalani pit kedua di lap ke-37, nasib baik yang seolah menaungi Schumi sebelum ini berubah 180 derajat. Tanpa tanda-tanda apapun, tiba-tiba beberapa meter setelah keluar dari pit lane mesin Ferrarinya mengeluarkan asap dan rontok. Schumi harus menepi dan Alonso, yang berselisih lima detik darinya ketika itu, seolah mendapatkan 'durian runtuh' dan akhirnya keluar sebagai juara. Gagal finis di dua seri sebelum musim balap 2006 berakhir menjadi titik balik laju Schumi pada dua balapan terakhir di Italia dan Cina. Ia, yang sempat tertinggal 25 poin sebelum GP AS bulan Juli lalu digelar, kini kembali tertinggal cukup banyak: 10 poin. Memang peluangnya menjuarai musim ini belum tertutup. Tapi ia mengusung misi maha sulit saat balapan berlanjut di seri terakhir di Brasil. Jika ia hanya diharuskan menang untuk menjadi juara dunia, Schumi mungkin masih sanggup. Sayang untuk meraih itu masih ditambah syarat Alonso gagal meraih poin. Hal yang terakhir, bahkan oleh seorang Schumi, dianggap mustahil terjadi. Buat Schumi perburuan gelar juara pun berakhir di Suzuka. "Perebutan gelar juara pembalap sudah berakhir karena saya tidak mau pergi ke Brasil sambil berharap pembalap lain tak finis. Saya tidak mau menang dengan cara seperti itu," tukasnya seperti dikutip F1-Live. Yang dimaksud pembalap lain sudah tentu Alonso. Pembalap Renault itu memang membutuhkan satu poin untuk memastikan gelar juara keduanya. Schumi pun memiliki alasan yang cukup sebelum melontarkan ucapannya. Soalnya Alonso adalah pembalap yang tampil konsisten selain dirinya dan Giancarlo Fisichella dengan hanya dua kali kegagalan finis. "Kita sudah tahu Fernando hanya membutuhkan satu poin dan kita semua tahu pembalap seperti apa dirinya, jadi itu (meraih satu poin) pasti bukan sebuah kesulitan buatnya," tambah pria Jerman berusia 37 tahun ini. Kebesaran hati telah ditunjukkan Schumi. Meski itu artinya ia harus memupus ambisi pensiun dengan titel juara kedelapan, ia mengaku tidak kecewa. Lagipula bersama tim 'kuda jingkrak' ia sudah meraih lima titel juara pembalap serta mempersembahkan enam titel juara konstruktor. "Saya tahu peluangnya sudah tidak ada. Saya sudah mencoba sekeras yang saya bisa tahun ini dan kami semua sudah berupaya keras, tetapi akhirnya ada yang tidak beres. Tapi saya pikir kita harus bangga dengan yang sudah kita raih bersama, dan jika tahun ini bukan tahunnya kami, kami tidak bisa merubah itu," tuturnya.Schumi memang tak boleh kecewa. Soalnya ia dan Massa masih berpeluang mengantar Ferrari menjadi juara konstruktor. Tetapi tetap saja usaha keras masih harus diperlukan untuk menjegal Renault. Foto: Schumi melambai ke arah fans setelah gagal finis di Sirkuit Sizuka (F1racing) (mel/mel)











































