Brawn: Semua Terlihat Normal Sampai...

Brawn: Semua Terlihat Normal Sampai...

- Sport
Senin, 09 Okt 2006 06:04 WIB
Brawn: Semua Terlihat Normal Sampai...
Suzuka - Kerusakan mesin tak sering terjadi pada Michael Schumacher. Maka saat mobil Schumi mengeluarkan asap tebal dan gagal melanjutkan lomba di GP Jepang, Ross Brawn mengaku sangat terkejut.Ya, inilah untuk kali pertama dalam kurun lima tahun terakhir Schumi gagal finis karena kerusakan mesin. Ferrari harus menengok jauh ke belakang, tepatnya di GP Prancis 2000 untuk mengingat kembali kapan Schumi terakhir gagal finis karena masalah mesin.Kerusakan mesin Ferrari memang seperti sebuah petaka. Saat balapan justru sedang genting-gentinya dengan hanya menyisakan dua seri terssisa, Schumi malah dipaksa menyerah pada kendaraannya sendiri.Tapi kalau tim tekhnik Ferrari mau lebih waspada mungkin insiden engine failure tak perlu terjadi pada Schumi. Ingat, di seri sebelumnya di Cina, mobil Ferrari yang tunggangi Felipe Massa bermasalah dengan power-nya di sesi kualifikasi.Saat itu Schumi sebenarnya sempat menyatakan kekhawatiran kalau kejadian serupa bakal menimpa dirinya. Tapi Brawn justru yakin benar kalau reliabilitas mobilnya tak perlu diragukan di dua seri tersisa."Anda memang tak bisa yakin 100 persen, tapi kami sudah melihat mesin lain dengan komponen yang sama dan mereka terlihat sangat oke. Lagipula ada kemungkinan kalau sebuah benda masuk dan merusak mesin Massa," sahut Brawn saat itu.Nasi sudah menjadi bubur, walau belum diketahui secara pasti kerusakan apa yang membuat mobil Schumi berhenti hanya beberapa meter setelah keluar dari pit, tapi penyesalam mendalam kini dirasakan semua kubu "Kuda Jingkrak"."Semuanya terlihat normal-normal saja, sampai peristiwa itu terjadi," sahut Brawn mengomentari failure engine yang dialami Ferrari, seperti diberitakan Motosports.com, Senin (9/10/2006).Penyesalan mendalam juga dirasakan team principal Ferrari, Jean Todt. Disebutnya kalau tim teknis Ferrari lebih berhati-hati maka insiden tak akan terjadi."Kami sangat sadar kalau dasar dari kisah sukses di Formula 1 adalah reliabilitas dan hari ini kami kurang memperhatikan hal itu dan harus membayarnya dengan harga yang sangat mahal," tutup Todt. (din/ian)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads