Schumi Bukan Pahlawan?
Senin, 23 Okt 2006 08:16 WIB
Jakarta - Tidak akan ada lagi Michael Schumacher di balapan Formula 1. Namun juara dunia tujuh kali itu akan selalu diingat karena prestasi juga kontroversinya.Juara dunia tujuh kali, lima di antaranya berturut-turut, 91 juara seri serta sederet rekor yang mungkin tidak akan pernah terkalahkan. Prestasi tersebut membuat Schumi akan selalu diingat pecinta F1.Namun sosok pria berusia 37 tahun itu juga dilihat sebagian orang karena kekurangannya. Yang paling vokal yakni Jacques Villeneuve. Dengan lantang juara 1997 itu mengatakan Schumi tidak pantas disebut sebagai pembalap terbesar sepanjang masa, hanya karena rekor. Alasannya tidak lain soal insiden kontroversial yang beberapa kali mewarnai sukses Schumi.Istilah "unfair" sudah melekat pada pria asal Jerman itu sejak meraih gelar pertamanya musim 1994 saat masih bersama Benetton. Hal serupa juga terjadi setahun kemudian dan beberapa tahun berikutnya, meski keahliannya mengemudi jet darat memang tidak diragukan.Setelah Schumi mengumumkan pensiunnya di GP Italia September lalu, perdebatan soal siapa pembalap terbesar di Formula 1, menjadi ramai. Jika ada nama yang paling berpotensi dibanding Schumi, dia adalah juara dunia tiga kali Ayrton Senna.Di balik pertentangan sikap tidak sportif, Schumi dikenal sebagai sosok yang dermawan. Masih jelas teringat sumbangannya sebesar 10 juta dolar Amerika pasca bencana tsunami di Indonesia dan wilayah Asia lainnya. Selain itu, Schumi juga sering terlibat dalam pertandingan amal sepakbola, dengan penampilan serius dan menghibur.Kembali ke pertanyaan, pantaskah seorang Schumi dinobatkan sebagai pembalap terbesar sepanjang sejarah F1? Jika dilihat dari prestasi, jawabnya mutlak, iya. Tidak seorang pembalap pun yang mendekati prestasinya. Tetapi jika untuk dijadikan pahlawan, bakal menjadi perdebatan besar. Butuh waktu beberapa tahun untuk orang menyadari, di mana sesungguhnya peran Schumi di Formula 1. (lom/lom)










































