Sepakbola yang Benar-benar Berbudaya

Nonton Langsung Chelsea vs Arsenal (3)

Sepakbola yang Benar-benar Berbudaya

- Sport
Kamis, 14 Des 2006 13:20 WIB
Sepakbola yang Benar-benar Berbudaya
London - Hari kedua diawali dengan menjelajahi tempat-tempat bersejarah London seperti Gedung Parlemen, Buckingham Palace dan menikmati kenyamanan taman kerajaan St James Park. Setelah makan siang, perjalanan pun di arahkan ke Stamford Bridge, tempat yang menjadi tujuan utama, menonton big match Chelsea vs Arsenal.Bermodalkan tiket Chelsea, kita menonton bersama pendukung fanatik The Blues. Berada di tengah-tengah budaya sepakbola yang tidak didapat di Indonesia, sungguh merupakan pengalaman yang sangat unik. Meski ternyata dari lima anggota rombongan hanya satu, yakni Moyo yang merupakan suporter Chelsea.Beberapa acara digelar di luar stadion sebelum pertandingan, sementara bar di seberang jalan penuh sesak dengan member resmi Chelsea sedang "pemanasan" berpesta bir sebelum pertandingan. Sebagian lagi mengantre di toko yang menjual atribut ofisial Chelsea, dengan harga "resmi" juga tentunya. Bagi Moyo, ini adalah kesempatan emasnya untuk mendapatkan pernak-pernik klub kesayangannya langsung dari Stamford Bridge.Jika saat menonton pertandingan Liga Inggris di televisi terlihat barisan petugas keamanan, kenyataannya memang demikian. Sebelum pertandingan stewards yang berompi hijau itu sudah bejaga mulai dari stasiun kereta di sekitar Stamford Bridge. Ada yang berkuda, menggunakan mobil, motor juga berjalan. Perhatian mereka tentu saja untuk mengamankan dan membantu mereka yang butuh petunjuk, di samping merazia pasar gelap tiket pertandingan.Saat pertandingan berlangsung, beberapa pria di baris belakang serta lorong seberang tempat duduk kami, digelandang petugas. Kemungkinan mereka membeli tiket palsu atau yang terkena hukuman larangan masuk stadion. Cukup mengesankan, karena ternyata di stadion berkapasitas 42.000-100.000 itu, petugas bisa mendeteksi oknum-oknum yang tidak seharusnya masuk. Meski tentu saja ada segelintir yang lolos.Duel yang berakhir dengan skor 1-1, pun memberikan cukup rasa puas. Aksi teaterikal Jens Lehmann dan Didier Drogba, serta dua gol indah yang tercipta membuat kita meninggalkan stadion dengan wajah senyum, meski turun hujan.Dalam perjalanan pulang di kereta, kita sempat melihat kejadian unik. Seorang fans Arsenal lengkap dengan atributnya duduk sendirian, dengan santai bertepuk-tepuk tangan sambil bersenandung memamerkan kebahagiannya karena Arsenal berhasil mencuri poin. Padahal di bangku depan serta kiri kanannya terdapat banyak fans Chelsea.Sempat muncul rasa cemas, karena jika akan sangat mudah bagi beberapa fans Chelsea untuk membungkamnya jika mau, apalagi di dalam gerbong sudah terkontaminasi aroma alkohol. Namun sampai kami turun selang beberapa stasiun, pria tersebut tetap tidak ada yang mengusik. "Kalau di tempat kita sudah dihajar," ujar Thio dengan logat Semarangnya. Itulah alasannya mengapa tidak ada yang mau membelanjakan jutaan rupiah untuk menonton pertandingan Liga Indonesia, layaknya Liga Premier. (lom/lom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads