Warna Kulit dan Pengalaman Bukan Masalah Hamilton
Rabu, 10 Jan 2007 14:42 WIB
London - Lewis Hamilton akan menjadi pembalap Formula 1 pertama berkulit hitam. Tetapi itu bukan masalah, bahkan saat pembalap senior pesimis dengan peluangnya.Hamilton akan genap berusia 22 tahun bulan ini. Usia yang tidak bisa dibilang terlalu muda untuk terjun ke Formula 1, mengingat banyak pendahulunya yang memulai lebih dini.Pemuda keturunan Karibia itu mendapat dukungan penuh dari ayahnya, Anthony, untuk berkarir di dunia balap sejak usia delapan tahun di ajang cart. Sosoknya pun langsung dikenal setahun kemudian ketika menerima Austosport Award 1994. Inilah yang menggoda bos McLaren Ron Dennis menariknya.Dari cart, Hamilton pindah ke GP2, arena yang membentuk karakter balapnya menjadi lebih mapan. November 2006, menjadi momen bersejarah, pertama kali Hamilton mengendarai mobil F1 di sirkuit Catalunya, Spanyol.Musim 2007 karir Hamilton semakin bersinar. Kesempatan menjadi pembalap F1 akhirnya datang, setelah McLaren mempercayainya sebagai tandem Fernando Alonso.Menjadi pembalap F1 kulit hitam pertama, sudah membuat Hamilton istimewa. Namun tidak itu saja, perjalanan karirnya yang belum pernah berperan sebagai test driver membuat dirinya semakin diperhatikan. Ada yang kagum, tetapi demikian juga nada pesimis seperti yang dilontarkan mantan pembalap McLaren David Coulthard. Pembalap yang kini membela Red Bull itu menilai akan lebih bijak jika Hamilton menjadi test driver dulu satu tahun.Semua perhatian terhadapnya disikapi lunak oleh Hamilton, tetapi tidak dengan ambisinya. Pria yang lahir di Hertfordshire itu punya optimisme yang tinggi."Semua perhatian kini mengarah ke saya. Saya tidak menganggapnya tekanan. Saya sangat menghargai penilaian David, dia adalah pembalap dengan banyak pengalaman. Bisa jadi apa yang dikatakannya benar. Tetapi saya telah melalui uji coba, dan melakukan persiapan yang cukup. Itu yang menentukan," tukasnya seperti dilansir Yahoo Sport."Saya akan mendengarkan nasihat mereka yang lebih berpengalaman. Tetapi pada akhirnya saya tahu apa yang harus dilakukan sebagai pembalap. Saya hanya ingin memberikan diri saya kesempatan untuk melakukan yang terbaik," tambahnya. (lom/mel)











































