Pengaruh GP Abu Dhabi bagi Bahrain
Senin, 05 Feb 2007 18:19 WIB
Abu Dhabi - Tahun 2009 Uni Emirat Arab (UEA) akan jadi negara kedua penyelenggara seri Grand Prix F1 di kawasan Timur Tengah, setelah Bahrain. Tak lagi eksklusif buat Bahrain, baik atau buruk?Menurut beberapa pengamat, penambahan seri di wilayah yang sama merupakan jadi berita buruk bagi GP Bahrain karena akan menurunkan gengsinya. Padahal kota Sakhir tempat digelarnya balapan sejak 2004 bisa dibilang unik, dilihat dari letaknya yang ada di padang pasir.Berseberangan dengan pendapat para pengamat, General Manajer Grand Prix Bahrain Martin Whitaker yakin sebaliknya. Walau tidak lagi eksklusif menyelenggarakan GP di kawasan Timur Tengah, Whitaker tetap menyambut baik. Menurutnya GP yang akan diselenggarakan negara tetangganya itu adalah kabar baik, bagi kedua negara. "Balapan Formula Satu yang kedua di kawasan ini akan memberi manfaat positif bagi olahraga, bagi ekonomi kedua negara dan juga profil kawasan Timur Tengah dalam dunia F1. Itu akan menambah basis fans dan pengetahuan tentang olahraga ini di kawasan kami," urai Whitaker seperti dilansir F1 Live, Senin (5/2/2007).Pada tahun 2009 nanti, Bahrain direncanakan menggelar seri balapan di awal musim, sedangkan UEA akan menggelar Grand Prix Abu Dhabi bulan September atau Oktober.Sementara itu Bos F1 Bernie Ecclestone juga menyatakan keyakinannya bahwa kedua negara akan bekerja sama dalam meraih sukses dalam menggelar seri balapan 2009 nanti. Foto: Bernie Ecclestone (kiri) dan Chairman Abu Dhabi Executive Affairs Authority, Khaldun Khalifa al-Mubarak (AFP). (krs/key)











































