Sensasi Lewis Hamilton
Senin, 19 Mar 2007 08:24 WIB
Jakarta - Stirling Moss menyebutnya "wahyu", sementara Niki Lauda mengaku belum pernah melihat fenomena ini sebelumnya. Sebagai anak baru, Lewis Hamilton tak bisa dipungkiri langsung menjadi sensasi.Media masa di seluruh dunia mungkin harus menyediakan dua head line sekaligus untuk melaporkan seri pertama F1 musim 2007 yang dilangsungkan di Melbourne, Minggu (18/3/2007) kemarin. Yang satu sudah pasti punya Kimi Raikkonen yang menjadi juara, yang satunya lagi? tentu buat si anak baru, Lewis Hamilton.Rasanya memang tak berlebihan sanjungan yang diberikan dua legenda F1 seperti disebut di atas. Pembalap anyar McLaren Mercedes itu menandai debutnya di F1 dengan fantastis saat menyelesaikan balapan di posisi tiga di belakang Kimi Raikkonen dan Fernando Alonso.Gembar-gembor kecakapan Hamilton di balik kemudi memang sudah cukup lama terdengar, apalagi ia memang punya prestasi mentereng di F3000 dan GP2. Tapi sehebat apa sebenarnya Hamilton baru baru benar-benar terbukti kemarin saat ia mampu mengatasi beratnya tekanan di weekend jelang balapan.Pendatang baru memang sangat mudah menarik perhatian -- dan tentu pujian -- jika tampil baik di aksi perdananya. Tapi apa yang dipertontonkan pembalap 22 tahun itu di Albert Park seakan menjadi pengumuman akan datangnya sebuah bakat baru dengan kemampuan di atas rata-rata.Start dari urutan keempat, Hamilton memulai balapan dengan sangat meyakinkan saat menyalip Alonso di tikungan kedua. Posisi dua pun sempat ia tempati cukup lama, bahkan disebut-sebut bisa finish di posisi itu, sebelum masuk pit-stop yang kemudian memaksanya melepas posisi dua pada Alonso.Meski berstatus debutan, Hamilton justru terlihat seperti pembalap senior yang sudah mengenal olahraga tersebut sangat lama. Dengan dingin ia menggeber MP4-22, menaklukkan tikungan-tikungan cepat dan memaksimalkan kerja mesin Mercedes-Benz FO 108T.Kalau pendatang baru lainnya, Heikki Kovalainen sempat melintir dan nyasar ke gravel, maka performa Hamilton bisa dibilang nyaris sempurna. Tak ada kesalahan dibuat dan sepanjang 58 lap ia mampu menjaga stabilitas penampilan yang makin menunjukkan seberapa hebat pembalap kelahiran Hertfordshire, Inggris itu."Saya tak pernah melihat seorang debutan menunjukkan performa seperti ini di balapan pertamanya seperti yang dia lakukan. Tak ada kesalahan, dingin dan sempurna. Startnya sempurna, dia juga membalap seperti sudah bertahun-tahun di F1," puji mantan juara tiga kali F1 Niki Lauda.Apa yang diraih Hamilton di Melbourne jelas baru awal dari sukses-sukses lain yang masih menunggunya di ajang jet darat. Ya, sensasi demi sensasi dari pembalap kulit hitam pertama di F1 itu masih mungkin berlanjut di seri-seri berikutnya.Tiga minggu lagi di Malaysia, Hamilton punya kesempatan besar untuk melakukan hal itu. Sama seperti Albert Park, Sepang juga belum pernah dijajal Hamilton. Tapi melihat aksinya kemarin bukan tak mungkin ia bisa meraih lebih dari sekedar podium ketiga, bukankah pengalamannya di dalam kokpit F1 kini sudah bertambah? (din/din)











































