Balapan Terpanas di Dunia

Catatan dari Sepang

Balapan Terpanas di Dunia

- Sport
Minggu, 08 Apr 2007 02:38 WIB
Balapan Terpanas di Dunia
Sepang - Status The Hottest Race in the World alias balapan terpanas di dunia yang diberikan pada GP Malaysia tak sekadar isapan jempol. Bukannya menyaksikan balapan dengan santai, salah-salah kita malah dibuat pusing dengan suhu panas yang sangat menyengat.Dasarnya berada di iklim tropis, ditambah diselenggarakan di tengah musim panas, gelaran GP Malaysia memang selalu menghadirkan tantangan besar buat pembalap dalam hal mengatasi hawa panas.Tapi suhu udara yang tinggi tak cuma dirasakan para pembalap di atas lintasan. Penonton yang ingin langsung menyaksikan aksi balap kebut jet darat di Sirkuit Sepang juga harus berjibaku dengan tajamnya sengatan terik matahari."Paling tidak bawa topi dan kacamata hitam. Tapi lebih bagus juga pakai sun block. Soalnya dua tahun lalu ke sini kulit saya sampai terbakar," ungkap seorang penonton asal Indonesia saat ngobrol dengan detiksport.Buat Anda yang kebetulan "kebagian" jatah tiket di grandstand, nasibnya bisa lebih buruk lagi. Jalan dari area parkir menuju sirkuit yang lumayan jauh sudah akan menyita sedikit keringat, itu masih ditambah perjalanan menuju lokasi di mana Anda seharusnya berada.Membawa makanan dan minuman dari luar untuk menambah energi? Jangan coba-coba, soalnya makanan dan minuman cuma diizinkan hingga welcome area. Begitu masuk Mall Area, penganan dari luar dilarang masuk.Untuk membantu mengatasi rasa panas, seluruh stand tim yang berada di Welcome Arena menyediakan kipas angin besar plus blower untuk menyejukkan mereka yang ingin berbelanja di tendanya. Tapi yang terjadi justru mengundang senyum siapapun yang menyadarinya.Soalnya, setelah diamati beberapa orang yang sekedar berkumpul di depan tenda justru hanya untuk menikmati sejuknya fasilitas kipas angin tersebut tanpa sedikitpun memberi perhatian pada kios si empunya kesejukan itu.Tapi jangan kira hawa panas Sepang mampu menyurutkan semangat F1 mania. Yang namanya hobi, sekedar udara menyengat tentu bukan halangan besar."Sudah dua kali saya ke sini, Mas, tapi panas kayak gini doang gak akan bikin saya kapok," tambah teman ngobrol saya tadi. (din/a2s)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads