Tak ada Alonso, Pedro pun Jadi

Catatan dari Sepang

Tak ada Alonso, Pedro pun Jadi

- Sport
Minggu, 08 Apr 2007 03:00 WIB
Tak ada Alonso, Pedro pun Jadi
Sepang - Meski keduanya berasal dari Spanyol, Fernando Alonso tentu lebih ditunggu. Tapi karena yang ditunggu tak datang, kemunculan Pedro de la Rosa pun sudah cukup memuaskan fans Mclaren Mercedes.Dari 12 tim yang berlaga di F1 musim ini, tak semua membuka stand di Welcome Area di Sirkuit Sepang. Selain stand resmi Formula 1 dan Sirkuit Sepang, tim yang mendirikan tenda khusus untuk menjual atributnya hanyalah Panasonic Toyota Racing, Vodafone McLaren Mercedes, BMW Sauber F1 Team, dan Ferrari.Di antara stand tersebut, tenda Vodafone McLaren Mercedes dan BMW Sauber F1 Team adalah yang paling mentereng. Dua mobil komersial BMW terpampang di pelataran tenda yang luasnya sekitar 20x7 meter itu, sementara tepat di belakangnya warna hitam-silver-merah plus tiga mobil sport Mercedes menjadi magnet menarik siapapun yang melintas.Saat detiksport pertama sampai ke areal Mclaren sekitar pukul 10.00 waktu setempat, tenda tersebut kalah ramai dengan milik Ferrari yang memang jauh lebih kecil lantaran cuma men-display segala atribut tim kuda jingkrak. Namun saat kembali sekitar pukul satu, puluhan orang tampak berkerumun megitari pembatas metal yang sebelumnya dipakai untuk mengamankan salah satu mobil yang dipajang."Pedro de La Rosa hendak datang," ujar seorang perempuan berkerudung dengan logat melayu menjawab pertanyaan saya.Sepuluh menit menunggu, test driver Mclaren itu betul-betul menampakkan batang hidungnya. "Pedro... Pedro... Pedro...," beberapa perempuan bule berteriak menyambut kedatangan driver 35 tahun itu.Bersama seorang kru Mclaren, Pedro menjawab beberapa pertanyaan terkait suhu panas Sepang. Ia pun membagi kisah bagaimana seorang pembalap justru tak boleh terlalu banyak minum sebelum race dimulai."Anda tak boleh terlalu banyak minum. Itu justru akan membuat Anda buang air kecil dan itu membuang banyak mineral dalam tubuh," papar De La Rosa."Suhu di sirkuit bisa mencapai 50 derajat celcius, dan kami hanya boleh minum seliter air setiap jam sebelum balapan atau kualifikasi. Memang ada persediaan air di mobil, tapi dengan ruang sesempit itu sangat tak bisa diharapkan. Lagipula jumlahnya hanya setengah liter. Belum apa-apa sudah habis," sambung pria kelahiran barcelona itu disambut tawa penonton.Sesi tanya jawab singkat itu berlanjut dengan tanda tangan. Meski terlihat kepayahan karena suhu panas dan jumlah peminat tanda tangannya yang sangat membeludak, Pedro tetap melayani keinginan fansnya dengan sabar.Pedro De La Rosa memang cuma pembalap ketiga McLaren. Namun sikap ramah dan apresiasi positif yang ia berikan sudah memberi kesan mendalam pada fans McLaren. Senyum puas pun mengembang dari beberapa orang yang keluar dari kerumunan sambil menggenggam sebuah kertas dengan tanda tangan Pedro De La Rosa di atasnya. (din/a2s)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads