Catatan dari Sepang
Pilih Malaysia atau GP Singapura?
Senin, 09 Apr 2007 04:30 WIB
Sepang - Kemungkinan Singapura bakal menjadi tuan rumah F1 rupanya menjadi bahasan cukup hangat di kalangan F1-mania Indonesia. Bagaimana tanggapan mereka soal hal itu?Seperti sering diberitakan belakangan ini, Singapura sangat bernafsu untuk menjadi salah tuan rumah kompetisi jet darat ini, bahkan menggelarnya di malam hari. Atas rencana tersebut sebagian orang mendukung, sebagian yang lain menyatakan resistensinya.Walau Indonesia tak berhubungan langsung dengan rencana gelaran GP Singapura, namun isu mutakhir itu tentu tak lepas dari obrolan hangat para mania jet darat tanah air."Kalau itu jadi, saya yakin bakal seru banget. Lintasannya kecil, tahulah jalan-jalan di Singapura. Itu bakal jadi Monaco-nya Asia," ungkap Sigit saat bertemu detiksport di Welcome Area Sirkuit Sepang.Ditambahkan pria asal bali itu, pemilihan malam hari untuk menggelar balapan juga menjadi tambahan daya tarik."Saya sebelum sampai Malaysia sempat transit di Singapura. Di sana saya sudah lihat tempat yang katanya bakal dijadikan sirkuit itu. Pokoknya bakal beda, apalagi kalau malam hari," sambungnya dengan antusias. Jawaban serupa terlontar dari beberapa orang Indonesia lain yang ditemui detiksport sejak Jumat (6/4/2007) lalu, menjelang GP Malaysia di Sepang. Mereka umumnya tak mempermasalahkan, bahkan terkesan mendukung."Bisa jadi variasi tontonan juga 'kan kalau jadi digelar. Apalagi tempatnya juga dekat sama kita (Indonesia). Jadi mudah-mudahan tidak terlalu mahal juga," ungkap seorang teman ngobrol saat dalam perjalanan dari Bandara Internasional Kuala Lumpur ke Petalling Jaya.Kalaupun GP Singapura jadi digelar, sepertinya jumlah pengunjung Sepang bakal menurun. Soalnya, meski lokasinya dekat, tapi menyaksikan dua seri dalam satu musim dianggap nyaris tak mungkin."Ya harus milih dong, mau Singapura atau Malaysia. Tapi berhubung baru, yang mungkin Singapura. Ini saja saya pulang langsung mulai nabung lagi buat tahun depan," tambah Sigit.Kalau begini keadaannya tak mengherankan kalau beberapa waktu lalu Malaysia menolak usulan tersebut. Ada pesaing jarak dekat, "dagangan" Malaysia dengan Sirkuit Sepang-nya bisa jadi tak selaku sebelumnya. (din/a2s)










































