Catatan dari Sepang
Ke Paddock McLaren, Sekali Seumur Hidup
Senin, 09 Apr 2007 07:59 WIB
Sepang - Deru mobil berkecepatan tinggi serasa memecahkan telinga. Pekak memang, tapi menyaksikan langsung aksi Fernando Alonso cs di atas trek Sepang betul-betul bikin puas. Wusss!!!Minggu 8 April 2007 sudah dinanti-nanti banyak pecinta Formula 1. Meski balapan GP Malaysia baru dimulai pukul 15.00 waktu setempat, ribuan penonton sudah menuju Sepang sejak pagi hari.Begitu juga dengan detikcom dan rombongan PT Excelcomindo Pratama Tbk (XL), yang diundang oleh sponsor utama tim McLaren-Mercedes, Vodafone. Berangkat dari hotel yang berlokasi Jl Bukit Bintang, Kuala Lumpur, pukul 10.30, kami tiba di lokasi satu setengah jam kemudian. Sampai di kawasan sirkuit tampak lautan mobil. Ribuan kendaraan roda empat tumpah ruah di sana. Parkiran yang cukup jauh bukan masalah -- karena hati sedang sumringah. Suhu memang amat panas, cuaca luar biasa terik. Tapi mengeluh pun tidak akan menutupi matahari. Pakai saja kacamata dan topi. Lumayan.Karena jarak parkiran menuju areal sirkuit lumayan jauh, kaki bisa terasa cepat pegal terutama buat yang tak biasa jalan kakai. Ditambah matahari yang serasa berada tak jauh di atas kepala, keringat pun cepat membasahi pakaian. Untungnya, sepanjang menuju sirkuit banyak tersedia makanan dan minuman, meskipun harganya tergolong mahal.Nah, enaknya nonton bareng rombongan XL Vodafone adalah bisa masuk ke dalam tempat istimewa di dunia balapan F1: paddock. Di tempat itu, rombongan diberi kartu chip hijau sebagai akses masuk. Di sana rombongan berkesempatan 'tur kecil-kecilan' melihat langsung mobil yang akan dikendarai Fernando Alonso dan Lewis Hamilton, yang kelak finis di posisi satu dan dua.Sayangnya, kita cuma bisa berfoto dengan mobilnya saja, tidak dengan pengemudinya. Juga, jangankan menaiki mobi bersasis MP4-22 itu, menyentuhnya pun sudah dilarang. Mau foto sambil bersandar di jet darat itupun tidak boleh.Di dalam paddock kami dibatasi hanya sekitar 10 menit. Selanjutnya rombongan dipersilakan kembali ke tempat menonton yang sudah disediakan."I love it. Once in a life time," kata Handono Warih, Internet Business & Blackberry Services Manager XL sambil membanggakan foto-fotonya berpose di depan mobil hitam-perak Alonso. Senyum terus mengembang dari bibir pria berkumis tersebut. Duh, senangnya.Kembali ke tempat menonton, kami harus menunggu beberapa jam sebelum balapan dimulai. Kesempatan ini digunakan anggota rombongan seperti Pak Tjutjut untuk mempersiapkan kamera besarnya. Dengan memakai monopod, dia siap menjepret momen-momen pembalap kesayangannya, Alonso, lewat.Tepat pukul 15.00 mesin mobil-mobil balap tersebut mulai menderu-deru. Tepuk tangan riuh membahana dari kursi penonton. Masing-masing memberi semangat untuk pembalap kesayangannya. Setelah 56 lap berlalu, Alonso tersenyum puas menaiki podium juara, begitu pula Hamilton. Kami juga begitu, puas menyaksikan langsung balapan bergengsi ini, sekalipun sebagian dari kami warna mukanya mendadak bertambah gelap dan pendengaran agak-agak "tak normal". (ana/a2s)











































