Dari Belanja Sampai Menginjak Kaki Kimi

Catatan dari Sepang

Dari Belanja Sampai Menginjak Kaki Kimi

- Sport
Senin, 09 Apr 2007 08:35 WIB
Dari Belanja Sampai Menginjak Kaki Kimi
Sepang - Menonton adu balap F1 di Sirkuit Sepang memang jadi menu utama F1-mania yang datang ke Malaysia. Lebih dari sekadar menonton, ada petualangan lain yang didapat di Negeri Jiran itu. Apa saja?Dengan agenda tiap seri yang memakan waktu tiga hari di akhir pekan, bisa dibilang semua biro perjalanan sudah menerbangkan pelanggannya ke Malaysia sejak hari Jumat untuk menyaksikan sesi latihan pertama dan kedua.Ditambah free practice ketiga plus kualifikasi di hari Sabtu, dan race day pada Minggu-nya yang cuma berlangsung beberapa jam, para pelancong memang punya banyak jadwal kosong yang bisa dimanfaatkan.Tapi yang namanya maniak, sesi tanpa acara itu tentunya tak dilewatkan begitu saja di kamar hotel. Belanja membeli oleh-oleh itu sudah pasti. Tapi satu hal lain yang banyak dilakukan adalah petualangan berburu segala hal yang berbau jet darat.Sirkuit Sepang memang menjadi pusat kegiatan GP Malaysia sepanjang tiga hari tersebut. Tapi banyak pernak-pernik F1 tersebar di berbagai penjuru Kuala Lumpur.Di Suria KLCC (Kuala Lumpur City Centre/menara kembar Petronas) misalnya. Di sana BMW Sauber membuka "paddock"-nya dengan menempatkan replika mobil plus berbagai acara, mulai dari game balap F1 sampai menjual atribut tim plus tiket.Hal-hal seperti inilah yang kemudian juga dikejar oleh pelancong F1. Sesaat setelah tiba di Kuala Lumpur, Jumat (6/4/2007) lalu, saya langsung diinformasikan lokasi-lokasi mana saja bisa ditemui "pameran" seperti yang dilakukan BMW di KLCC itu."Ada mobil Ferrari sama McLaren di sekitar jalan P. Ramlee," begitu info berbau ajakan yang saya terima dari seorang rekan.Sayangnya saya tak sempat tak mendatangi tempat itu. Tapi kebenaran akan info tersebut diketahui setelah rekan tadi menceritakan kisah perburuannya plus memamerkan foto hasil jepretannya.Pertemuan saya dengan beberapa warga Indonesia yang lain makin menegaskan adanya "ritual" petualangan itu. Sigit, pria asal Bali yang saya temui beberapa saat sebelum balapan juga mengaku punya target lain di samping nonton balapan."Yang saya cari justru barang-barang lama. Yang tim-timnya sudah mati atau pembalapnya sudah gak ada lagi. Jadi ada nilai historisnya. Lagi pula harganya juga lebih miring," cerita Sigit antusias.Obrolan saya dengan dia sudah meluas ke banyak hal saat tiba-tiba ia melambaikan tangannya pada serombongan orang yang baru melangkah masuk ke Welcome Area Sepang.Dasar punya "hubungan darah" sebagai sesame maniak F1, seorang pria dalam rombongan itu langsung menceritakan pengalaman hebat yang ia lalui malam sebelumnya."Kita dapat dong tanda tangannya tim McLaren sama Kimi Raikkonen. Semalam kita datang ke hotelnya dan baru pulang jam 11." Saya mencuri dengar pembicaraan Sigit dengan salah seseorang dari rombongan tersebut.Setelah diperkenalkan, saya akhirnya bisa ikut tertawa mendengar kisah teman baru yang ternyata berasal dari sebuah forum milis F1 Indonesia itu."Gue sampai diomelin Kimi gara-gara kakinya gak sengaja gue injak," ujarnya disambut tawa rekan-rekannya."Wah, kalo nanti Kimi sampai gak menang, pokoknya elo yang disalahin ya," sambung seorang teman wanita dalam rombongan kecil itu.Sesaat setelah Fernando Alonso menyentuh garis finis sebagai pemenang GP Malaysia, saya langsung teringat kasus injak kaki tadi. Apa benar kegagalan Kimi terjadi gara-gara kakinya terinjak?Ah, apapun hasil GP Malaysia, petualangan F1 di negeri Jiran itu pasti lebih sulit dilupakan dari sekedar daftar pengisi podium Sepang, Minggu (8/4/2007) kemarin.Foto: Seorang pengunjung berfoto di depan stand tm BMW-Sauber. (Detksport/Doni Wahyudi) (din/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads