Akhir Penantian Super Aguri
Senin, 14 Mei 2007 05:05 WIB
Barcelona - Butuh 21 kali balapan buat Super Aguri sebelum mereka meraih poin pertamanya. Penantian panjang itu berakhir setelah Takuma Sato finis di urutan delapan GP Spanyol.Berstatus anak baru, Super Aguri cuma jadi pelengkap di musim pertamanya tahun lalu. Di akhir kompetisi, posisi paling buncit harus mereka diami setelah tak berhasil meraih satu poin pun baik di klasemen pembalap maupun konstruktor.Tahun pertama tim pimpinan Aguri Suzuki itu memang tak lepas dari berbagai kendala. Selain izin keikutsertaannya masuk grid F1 dan penggunaan sasis "bekas" Minardi sempat bermasalah, mesin pasokan Honda yang mereka milik juga tidak kompetitif, belum lagi pencabutan super lisence milik pembalap mereka Yuji Ide.Di awal musim ini indikasi belum membaiknya performa Super Aguri juga terlihat jelas. Posisi terbaik yang bisa didapat hanyalah urutan 12 yang diraih Takuma Sato di GP Autralia.Tapi penantian panjang dan usaha panyang menyerah Super Aguri tak sia-sia. Di GP Spanyol, Minggu (13/5/2007), telur berusia 21 seri itu akhirnya pecah. Finisnya Sato di posisi delapan memberi Super Aguri poin pertama sepanjang sejarah keikutsertaannya di balapn jet darat."Akhir pekan yang luar biasa, kerja hebat dari tim ini. Saya tak punya kata-kata untuk menggambarkannya...," ungkap Sato kegirangan seperti diberitakan Eurosport, Senin (14/4/2007).Pesta memang pantas digelar seluruh kru Super Aguri usai seri keempat ini. Soalnya dengan finish di posisi delapan, Sato (dan Super Aguri) mampu mengungguli Giancarlo Fisichella dengan Renaultnya yang harus puas finis di urutan sembilan."Satu tahun plus empat balapan, mendapat satu poin setelah bertarung satu lawan satu... mengalahkan Renault dan mendapat poin. Saya tak pernah mengharap hasil seperti ini. Ini jelas hasil fantastis," lanjut pembalap Jepang yang dengan setia mengisi kokpit Super Aguri sejak awal kemunculannya musim lalu itu.Aguri Suzuki pantas melayang lebih tinggi lagi di awang-awang dengan poin pertamanya ini. Soalnya dengan raihan tersebut Super Aguri untuk sementara mampu mengungguli tim Honda yang bisa dibilang justru punya banyak keunggulan.Hingga kini duet Jenson Button dan Rubbens Barichello memang belum pernah menyelesaikan lomba di dalam barisan delapan besar. Alhasil tak ada satu poin pun masuk kantung tim yang tahun lalu duduk diposisi enam klasemen."Tim ini melakukan kerjasama sempurna hari ini. Kami beruntung, tapi pembalap dan seluruh tim mampu menjaga posisi kami. Keberhasilan meraih poin pertama sangat penting buat kami," sanjung Suzuki ke arah timnya. (din/a2s)











































