Tumbal Hamilton Bukan demi Alonso

Tumbal Hamilton Bukan demi Alonso

- Sport
Senin, 28 Mei 2007 13:02 WIB
Monte Carlo - Bos McLaren Mercedes Ron Dennis tak menampik dirinya ingin Lewis Hamilton lebih lambat di GP Monaco hari Minggu (27/5/2007). Tetapi bukan demi Fernando Alonso, melainkan karena kebutuhan tim.Cara Dennis menahan Hamilton tidak terlalu "vulgar". Rookie "ajaib" itu hanya disuruh masuk pit dua lap lebih cepat dari seharusnya, dengan waktu di pit yang lebih lama sekitar 1,5 detik dibanding Alonso. Strategi satu pitstop yang dijadikan skenario awal, juga diubah menjadi dua pitstop.Jika bukan karena diungkapkan oleh Hamilton sendiri, publik tidak akan yakin bahwa pembalap Inggris itu dikorbankan. Sangat wajar, karena Alonso pun tampil tak kalah garang.Namun Dennis tak mau menutup-nutupi atau membantah klaim pembalapnya. Ia mengaku bahwa dirinya telah mengatur agar Hamilton sedikit lebih lambat, demi sesuatu yang dinilainya lebih penting dari sukses pertama seorang rookie."Saya yakin semua orang merasa bahwa ada yang dimudahkan dan ada yang dihukum antara Fernando dan Lewis. Tetapi selamanya kami selalu hati-hati untuk bertindak adil dalam menjalankan tim ini," ujar Dennis mengawali penjelasannya, seperti dilansir Autosport, Senin (28/5/2007)."Ini adalah sirkuit yang menyulitkan tim, dan saya tidak ingin mencari alasan karena mengistruksikan pembalap saya untuk mengurangi kecepatan mereka setelah pitstop pertama. Saya ingin kami menghitung kemungkinan dari safety car atau mobil lain yang bisa mengancam kami jika safety car keluar," lanjut Dennis.Kenyataannya, di GP Monaco memang sangat sulit untuk mendahului lawan saat balapan. Untuk meraih kemenangan, para pembalap harus sudah tampil habis-habisan sejak sesi kualifikasi untuk mendapatkan posisi start terbaik. Tidak itu saja, aturan baru soal safety car dan pitstop juga menentukan.Pada balapan kemarin memang tidak terjadi kecelakaan. Namun sesuai aturan yang baru diterapkan tahun ini, para pembalap tidak diizinkan langsung masuk pit jika safety car keluar. Susunan lomba harus berurutan lagi membentuk satu parade yang tidak terputus, baru kemudian pembalap boleh masuk pit.Dengan besarnya risiko terjadi kecelakaan di Monaco, McLaren memilih bermain aman untuk tidak terlalu memaksa. Sebab keuntungan yang diraih dengan menggeber mobil sekencang-kencangnya dan meninggalkan lawan sejauh mungkin, bisa hilang seketika jika safety car keluar."Saya tidak suka meminta pembalap untuk memperlambat mobilnya, saya tidak suka mereka frustasi, saya tidak suka ini terjadi, karena saya seorang pembalap sejati. Tetapi inilah yang harus anda lakukan jika ingin memenangkan GP Monaco, dan saya tidak akan mencari-cari alasan," tandasnya.Mungkin Hamilton harus menerima kenyataan. Dirinya adalah pembalap yang menggunakan mobil no.#2 dengan kontrak kelas dua. Namun kisah balapan di GP Monaco kemarin, menunjukkan Hamilton adalah seorang pemenang. (lom/mel)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads