Prost Khawatirkan Kebijakan McLaren
Selasa, 19 Jun 2007 07:37 WIB
London - Kebijakan McLaren Mercedes menyamakan status Lewis Hamilton dengan Fernando Alonso ditanggapi negatif oleh Alain Prost. Mantan juara dunia F1 itu menilainya sebagai blunder.McLaren menggunakan dua pembalap baru musim ini. Alonso datang sebagai juara dunia setelah pindah dari Renault, sementara Hamilton merupakan pembalap debutan. Dalam tiap kesempatan, tim asal Inggris itu menegaskan kedua pembalap memiliki status sama.Kebijakan ini sudah menunjukkan efek negatifnya beberapa hari terakhir. Alonso sempat mempertanyakan dukungan tim untuknya. Menurut Prost, ini hanyalah awal dari kerugian yang akan diderita McLaren karena kebijakannya."Saya kira adalah kekeliruan memiliki dua mobil dengan status yang sama di tim. Pada akhirnya itu akan merugikan mereka, karena itu menciptakan terlalu banyak ketegangan," ujar Prost seperti dilansir BBC, Selasa (19/6/2007).Prost sendiri pernah menjalani apa terjadi di tim McLaren saat ini. Di eranya tahun 1980-an, Prost berada satu tim dengan Ayrton Senna. Pada musim 1988, McLaren memenangi 15 dari 16 seri melalui kedua pembalap. Senna muncul sebagai juara, tetapi ketegangannya dengan Prost semakin memuncak.Pada tahun 1989 Prost menjadi juara secara kontroversial. Di seri terakhir, Senna menabraknya dan menjadi juara seri. Namun poin penentu tersebut batal dan kemudian Senna didiskualifikasi.Setelah Prost pindah ke Ferrari musim berikutnya, insiden kontroversial terulang. Kali ini Senna sukses melakukan pembalasan. Di GP Jepang keduanya kembali bertabrakan, dan gilirannya yang menjadi juara. (lom/ian)











































