Aksi Heroik Hamilton Ternodai
Senin, 30 Jul 2007 12:26 WIB
London - Hingga melewati paruh musim, Lewis Hamilton telah menjadi fenomenal. Tetapi aksi heroiknya itu takkan berakhir sempurna, karena skandal mata-mata yang melibatkan McLaren Mercedes.Keputusan FIA yang menilai terjadi pelanggaran dalam skandal pencurian data di Ferrari tetapi tidak menjatuhkan hukuman terhadap McLaren, mengundang kontroversi. Ini merupakan kasus serius, yang sanksinya bisa pencekalan dua tahun dari F1.FIA boleh menyatakan McLaren bersih. Namun kenyataannya data-data rahasia Ferrari yang adalah rival utamanya, telah jatuh ke tangan McLaren. Ini jelas kerugian bagi Ferrari, walau McLaren mati-matian meyakinkan bahwa tidak satu pun data tersebut yang diaplikasikan untuk mobil MP4-22.Para pembalap menjadi pihak yang paling tidak enak dengan kondisi ini. Usaha keras dan perjuangan Fernando Alonso dan Lewis Hamilton, menjadi diragukan. Padahal mereka sama sekali tidak tahu-menahu skandal tersebut.Dibandingkan Alonso, Hamilton yang paling rugi. Apa pun hasil akhirnya setelah 18 seri, pembalap Inggris itu memang tetap akan menjadi pahlawan. Sederet rekor yang ditorehkannya sebagai rookie, akan tetap dibicarakan sampai berpuluh-puluh tahun mendatang.Namun tinta emas itu berubah buram. Bahkan jika pemuda 22 tahun itu menjadi juara dunia, orang-orang atau setidaknya sebagian orang tidak terlalu simpatik. Hamilton telah menjadi bagian dari kelompok yang terlibat skandal."McLaren tidak hanya mengetahui detail dari mobil Ferrari, tetapi juga bagaimana tim itu bekerja. Itu adalah buku suci-nya Ferrari. Itu telah merusak apa yang terjadi di kompetisi sekarang. Padahal kita memiliki Hamilton yang menciptakan headline dan musim yang fantastis," ujar mantan pembalap McLaren John Watson seperti dilansir The Sun, Senin (30/7/2007).Mau dibagaimanakan pun, kondisi ini tidak akan menjadi lebih baik bagi Hamilton. Watson menilai, jika akhirnya ada yang harus dipersalahkan, FIA pantas jadi sasaran. "Menyatakan McLaren bersalah tetapi tidak menjatuhkan hukuman, sama saja dengan menambah kekeruhan. Mereka tidak menolong siapa pun," kecam Watson. (lom/ian)











































