Kemenangan Hamilton Minim Suka Cita

Kemenangan Hamilton Minim Suka Cita

- Sport
Senin, 06 Agu 2007 06:49 WIB
Kemenangan Hamilton Minim Suka Cita
Jakarta - McLaren masih di puncak klasemen konstruktor sementara. Dua pembalapnya juga bercokol di posisi teratas. Namun kesuksesan Lewis Hamilton jadi jawara GP Hongaria justru minim suka cita.McLaren memulai musim ini dengan menjanjikan. Bagaimana tidak, Hamilton yang debutan bisa memesona sementara Fernando Alonso sang juara dunia juga kian memukau. Namun deraan masalah yang silih berganti tampaknya benar-benar mengaduk emosi kubu McLaren sampai-sampai melunturkan senyuman yang sebelumnya mengembang. Ron Dennis sang bos memang mampu meredam keretakan di tubuh timnya saat Alonso ngambek bulan Juni silam. Tetapi dalam kurun waktu dua bulan, dua masalah lain kini menghadang. Yang pertama tentu adalah dugaan spionase industri dari Ferrari. Sempat lepas dari tuduhan, McLaren harus kembali was-was setelah kasus itu dibawa ke tahap banding. Ancaman yang terbesar adalah digusur dari kompetisi tahun ini dan tahun depan.Belum tuntas satu masalah, kontroversi pit stop kembali melanda dalam kualifikasi GP Hongaria. Masalah ini bak memantik kembali percikan rivalitas antara Hamilton dan Alonso. Apalagi hal ini juga berbuntut kepada keputusan tidak adanya penambahan poin konstruktor buat McLaren dalam seri tersebut. Hamilton tersudut, bahkan Alonso juga mengklaim kalau timnya tengah mengacuhkan sang pembalap Inggris itu. Tak ayal podium satu yang dinaiki Hamilton tidak serta merta disambut dengan luapan kebahagiaan."Apa yang terjadi kemarin (dalam kualifikasi) adalah hal baru buat tim. Hamilton tidak mendengar, tidak mematuhi mereka, adalah sesuatu yang belum pernah mereka rasakan. Saya rasa dia (Hamilton) tidak akan memiliki hubungan yang sama lagi di balapan selanjutnya, karena saya pikir tim sama sekali tidak menyukai tindakannya," ujar Alonso dilansir AFP.Hamilton pun mengakui kalau dirinya sedang diacuhkan, namun hanya oleh Alonso belaka. "Saya sudah bicara kepada semuanya. Saya bilang bagaimana situasinya dan saya telah minta maaf. Dia (Alonso) tampaknya enggan bicara kepada saya, jadi saya tidak tahu apa dia punya masalah."Sementara Dennis cenderung menyalahkan kedua pembalapnya karena sudah turut campur dalam usaha tim menangani sesi kualifikasi dengan wajar dan adil. "Ada tensi dalam tingkat yang luar biasa besar dalam tim. Ada rasa frustrasi di antara mereka berdua dan terkadang rasa tidak percaya satu sama lain. Kami sudah mengalami hantaman emosional yang besar dan kini kami harus bisa menguburnya serta bangkit kembali," demikian Dennis.Kini, selain mendamaikan kedua pembalapnya dan menjernihkan atmosfer tim, Dennis dan petinggi McLaren lainnya harus memutuskan apakah tetap akan naik banding atas keputusan tanpa poin konstruktor di Hungaroring. Jika banding, bisa jadi masalah ini akan terus jadi pikiran. Kalau sebaliknya, 15 poin yang diraih Hamilton dan Alonso di Budapest pun dipastikan benar-benar menguap.Foto: Hamilton dan Alonso, dua pembalap McLaren yang sedang terlibat "perang dingin" (AFP/Stan Honda). (krs/a2s)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads