Bahkan Ferrari Butuh Irit

Jelang GP Turki

Bahkan Ferrari Butuh Irit

- Sport
Selasa, 21 Agu 2007 04:18 WIB
Bahkan Ferrari Butuh Irit
Istanbul - GP Turki tak hanya menyuguhkan tantangan buat pembalap. Karena letaknya di perbatasan dua benua, kebutuhan logistik seluruh tim juga jadi masalah yang rumit.Bukan rahasia lagi kalau masing-masing tim F1 bisa memiliki berton-ton perlengkapan yang harus dipindahkan dari satu sirkuit ke sirkuit lain mengikuti seri yang digelar. Nah, balapan di Istanbul Park akhir pekan ini ternyata selalu menimbulkan tantangan besar buat urusan logistik seluruh tim.Sama seperti balapan di Eropa, paddock di Istanbul biasanya akan dipenuhi oleh puluhan truk dan mobil rumah milik masing-masing tim. Namun karena letaknya yang di perbatasan Asia dengan Eropa, membawa seluruh perlengkapan tersebut ke Istanbul jelas bukan perkara mudah mengingat sebagian besar tim bermarkas di Eropa.Transportasi udara bukan solusi yang bijak untuk mengatasi masalah tersebut. Memang terhitung lebih praktis, tapi biaya yang dikeluarkan untuk kargo bakal sangat besar. Jalur laut pun jadi altenatif yang lebih menguntungkan."Mengirim perlengkapan melalui laut lebih murah dibanding mencarter pesawat melalui FOM (Formula One Management). Sebagai gambaran, jalur laut bahkan tetap lebih murah jika kami harus mengirim tiga paket, dengan total berbobot 15.000 kg," ungkap kepala urusan logistik Ferrari, Miodrag Kotur di Eurosport.Disebutkan Kotur beberapa tim memang memiliki tiga paket berbeda -- dengan isi perlengkapan sama -- untuk digunakan pada seri di luar Eropa. "Tiap paket berisi perlengkapan yang seluruhnya sama. Paket yang kami kirim ke Australia akan kembali ke Italia sebelum di kirim untuk GP China. Paket yang ke Malaysia akan kita temui lagi di Jepang, sementara yang digunakan di Bahrain akan dibawa ke Kanada, Amerika Serikat dan Brasil."Tapi GP Turki bukan satu-satunya yang menghadirkan masalah buat urusan logistik. Perpindahan GP Jepang dari Suzuka ke Sirkuit Fuji juga bakal jadi tantangan besar."Akses ke sana sulit karena cuma satu lintasan dan jalannya kecil. Itu juga daerah pegunungan, tak ada hotel atau toko dalam jarak dekat," tutup Kotur. (din/key)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads