Kerelaan Seorang Alonso
Minggu, 07 Okt 2007 05:26 WIB
Jakarta - Titel juara dunia yang dua tahun belakangan lekat erat dengan nama Fernando Alonso terancam berpindah ke rekan satu timnya di McLaren, Lewis Hamilton. Alonso cukup lapang dada, meski masih ada tapinya.Tertinggal 12 poin dari Hamilton --Hamilton 107 sementara Alonso 95--, tipis peluang Alonso mempertahankan predikat juara dunia dengan hanya dua seri tersisa. Maksimal 20 poin alias terus menjadi juara dalam dunia seri harus diraih Alonso jika masih ingin berpeluang besar jadi juara.Apabila mampu jadi juara di GP Cina, Minggu (7/10/2007) dan di GP Brasil 21 Oktober mendatang, poin Alonso akan menjadi 115, unggul delapan poin dari Hamilton dan jadi juara lagi. Namun skenario itu bakal langsung berantakan jika Hamilton setidaknya bisa finis di posisi empat dan lima dalam dua seri sisa alias mendapat tambahan poin lima dan empat sehingga poinnya di akhir musim jadi 116.Mengharap Hamilton sama sekali tak mendapat tambahan poin juga sulit. Kalaupun dalam satu seri nihil poin, raihan pembalap Inggris itu langsung akan bisa menyamai poin maksimal Alonso -- menjadi 115 poin-- jika mampu meraih setidaknya podium dua di satu seri lainnya.Tak ayal tekanan jelas berada di Alonso. Jika melihat performa Hamilton musim ini, si pembalap debutan jelas-jelas berada di atas angin.Hamilton musim ini hanya tiga kali finis di luar podium satu sampai tiga, yakni posisi sembilan di GP Eropa, posisi lima di GP Turki dan peringkat empat di GP Belgia. Alonso sendiri sudah lima kali tak mampu naik podium. Di GP Bahrain dia hanya mampu menempati posisi lima, posisi tujuh di GP Kanada dan Prancis, serta posisi empat di GP Hongaria. Di GP Jepang pekan silam, Alonso bahkan sama sekali tidak finis.Melihat statistik positif Hamilton yang jarang absen di podium, taruhlah dia hanya mampu menempati podium tiga di dua seri sisa. Dengan begitu poinnya "hanya" akan bertambah 12 dan menjadi total 119. Itupun sudah melebihi poin maksimal yang bisa diraih Alonso.Sadar peluangnya sangat tipis, Alonso mengaku rela jika nantinya kalah. "Dia layak jika akhirnya meraih gelar (juara dunia). Kalau saya tidak menang tahun ini, itu karena seseorang telah mencetak poin lebih dari saya dan kalau itu yang terjadi hal tersebut karena dia sudah melakukan pekerjaan lebih baik (dari saya)," beber Alonso dilansir Fox Sports, Minggu (7/10/2007).Namun terselip kekecewaan juga di hati sang juara dunia tersebut akibat perlakuan dari timnya dan bos McLaren, Ron Dennis, yang dinilainya terus menerus menganaktirikan dirinya. "Ini bukanlah perlakuan yang seharusnya diterima juara dunia dua kali, ataupun yang harus diterima seorang manusia sekalipun," ketus dia. (krs/ian)











































