Veni, Vidi, Vettel

Veni, Vidi, Vettel

- Sport
Senin, 08 Okt 2007 01:29 WIB
Veni, Vidi, Vettel
Shanghai - Tidak sampai naik podium memang, tapi apa yang ditorehkan Sebastian Vettel di Shanghai bolehlah dianggap sebagai kemenangan. Dan pembalap muda Jerman itu bisa merasa telah menjadi juara.Ada beberapa faktor penting yang membuat Vettel berhak atas "kemenangan" tersebut. Namun di atas semua faktor ia adalah pembalap tim gurem yang sepanjang partisipasinya di arena Formula 1 seperti hanya jadi pelengkap.Scuderia Toro Rosso (STR) adalah "adik" Red Bull yang merupakan "reinkarnasi" dari Minardi, yang dibeli pada akhir 2005. Dan Minardi tak pernah mencatat hasil lebih baik kecuali finis di tempat keempat pada GP Afrika Selatan 1993 atas nama Christian Fittipaldi.Vettel mengikuti jejak Fittipaldi di sirkuit Shanghai, Minggu (7/10/2007). Hebatnya, ia menduduki peringkat empat di akhir lomba setelah memulai balapan dari posisi 17! Ia berada di barisan belakang karena mendapat penalti grid dari sesi kualifikasi.Perfoma pembalap kelahiran 3 Juli 1987 itu sangat impresif dalam balapan di tengah trek yang campur-campur: basah dan kering. Ia pun hanya kalah dari Kimi Raikkonen, Fernando Alonso, dan Felipe Massa.Tak heran ia begitu meluap-luap saat menyentuh garis finis. Di team radio ia bahkan terdengar menjerit-jerit, benar-benar tak percaya dengan apa yang baru saja ditorehkannya itu. Boleh jadi, siapapun tak bisa menyangka.Masuk F1 dari jalur Seri Renault, Vettel diangkat sebagai test driver BMW-Sauber. Ia memperoleh kesempatan melakoni debutnya pada GP AS karena Robert Kubica cedera. Start di urutan ketujuh, ia finish di tempat kedelapan.Artinya, satu poin ia pungut dari balapan tersebut. Rekor pun tercipta yakni sebagai pembalap termuda yang langsung menghasilkan poin dalam debutnya. Ketika itu ia berumur 19 tahun 349 hari, mematahkan rekor Jenson Button yang berumur 20 tahun 67 hari saat finis di tempat keenam pada GP Brasil 2000.Pada Juli 2007 BMW melepas Vettel ke STR. Ia dipilih sebagai pengganti Scott Speed yang didepak tim tersebut. Kolaborasi mereka pun membuahkan hasil gemilang, walaupun dalam lima pertamanya ia belum mampu menyumbangkan poin.Dalam konferensi pers pasca lomba, Vettel ditanya apakah ada perayaan khusus atas pencapaiannya tersebut. Ia menjawab, "Tidak tahu. Tapi acara makan malam kami akan mengasyikkan. Dan mungkin sedikit minum-minum. Namun saya pun belum terlalu cukup umur untuk banyak minum.""Sewaktu meninggalkan Faenza (markas tim), semua orang berkata, 'Hei, Sebastian, cobalah bawakan kembali beberapa poin. Saya bilang, saya akan mencoba sekuat tenaga. Kami nyaris melakukannya di Jepang, tapi di sini... sungguh luar biasa."Vettel telah membuktikan bahwa dirinya memang punya talenta dan tak percuma dibawa ke kancah F1. Ia sudah datang (Veni), melihat (Vidi), dan membawakan "kemenangan" tersendiri buat dirinya dan Toro Rosso. (a2s/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads