Jelang GP Brasil
Sejarah Menunggu di Interlagos
Rabu, 17 Okt 2007 12:18 WIB
Jakarta - Di seri penutup, tiga pembalap bersaing ketat menjadi juara dunia. Torehan sejarah pun siap dicatatkan masing-masing pembalap di Interlagos nanti.Buat Lewis Hamilton, titel juara dunia musim ini akan membuatnya semakin mengilap. Sejak menjalani balapan pertamanya di GP Australia, decak kagum dan pujian memang sudah identik dengan performa pembalap McLaren itu.Jika akhirnya Hamilton nanti mampu meraih posisi puncak musim ini, pembalap debutan tersebut bakal membuat beberapa rekor baru. Salah satu diantaranya adalah menjadi rookie pertama yang langsung mampu merebut gelar juara dunia. Selain itu, pembalap 22 tahun tersebut juga berpeluang menjadi pembalap termuda yang sukses jadi juara dunia. Catatan itu sebelumnya dipegang Fernando Alonso yang meraih gelar prestisius tersebut di usia 24 tahun 58 hari, pada musim 2005 silam. Alonso yang berpeluang dipatahkan rekornya bak tidak mau kalah. Rekan satu tim Hamilton di McLaren itu kini mengincar raihan hat-trick alias juara dunia tiga kali secara beruntun. Jika mampu melakukannya, Alonso bakal menjadi pembalap ketiga dalam sejarah F1 yang berhasil menjadi juara dunia secara tiga kali beruntun.Sebelumnya hanya Juan-Manuel Fangio dan Michael Schumacher yang bisa melakukannya. Fangio mampu jadi jawara empat musim beruntun, sedangkan Schumi lima musim, sebelum dominasinya dipatahkan Alonso dua tahun belakangan.Buat pesaing lainnya, Kimi Raikkonen, gelar juara dunia akan sangat bersejarah, buat dirinya sendiri. Semenjak berkompetisi di arena balap "jet darat" pada tahun 2001 silam, dia memang sama sekali belum pernah meraih gelar juara dunia. Prestasi terbaik pembalap Ferrari ini hanyalah menjadi runner-up di akhir musim, tepatnya pada tahun 2003 dan 2005. Ironisnya, prestasi tersebut diraihnya ketika masih membalap untuk McLaren, tim yang kini dihuni dua pembalap yang jadi saingan utama Raikkonen dalam berebut gelar."Tim Kuda Jingkrak" tentu juga berharap Raikkonen bisa berjaya demi melengkapi gelar juara konstruktor musim ini, sekaligus memuaskan dahaga dua musim tanpa gelar. Ekspektasi tinggi juga bakal jadi milik pendukung Ferrari yang berharap "Si Manusia Es" bisa menjadi penerus kesuksesan Schumi. (krs/din)











































