Ecclestone: Andaikan Hamilton Muslim
Sabtu, 20 Okt 2007 04:05 WIB
Sao Paulo - Jika Lewis Hamilton menjadi juara dunia, bos F1 Bernie Ecclestone menilainya sebagai hal yang pantas, apalagi jika driver McLaren itu seorang muslim.Cukup membingungkan, namun demikianlah pernyataan Ecclestone seperti dikutip Autosport, Jumat (19/10/2007). Dan pastinya bukan tanpa alasan komentar tersebut dibuat.Yang menjadi dasarnya adalah warna kulit Hamilton yang sempat diangkat di permukaan sebagai sebuah perbedaan. Namun bagi Ecclestone, faktor tersebut malah menjadi alat bantu promosi F1, apalagi jika Hamilton bisa menjadi juara."Perbedaan semacam itu bukanlah sebuah hal yang menyakitkan. Malah bagus. Semakin banyak orang dari berbagai penjuru dunia yang mengikuti F1, semakin bagus," ungkap Ecclestone.Lalu apa hubungannya dengan Hamilton yang diandaikan seorang muslim? Bisa jadi Ecclestone menyadari bahwa umat muslim cukup mendominasi dunia dan memiliki keterikatan yang luar biasa."Sangat disayangkan ia bukan Yahudi, karena kami bisa mendapat penggemar yang lebih besar lagi. Atau mungkin Muslim, bukan Yahudi, karena lebih banyak orang muslim di dunia ini," tandasnya dengan nada canda.Hamilton Paling PantasNamun jika berbicara siapa yang pantas menjadi juara, Ecclestone menjagokan Hamilton sebagai kampiunnya. Sepak terjangnya dari awal musim plus raihannya hingga seri terakhir dua pekan lalu menjadi bahan pertimbangan bos besar F1 itu."Siapapun juaranya, ya memang juara karena memang itu jalannya. Tapi saya pikir Hamilton pantas meraih tropi tersebut. Ia sudah melakukan pekerjaan yang hebat, dan juga semakin mengenalkan olahraga ini di seluruh dunia," lanjutnya lagi.Di satu seri tersisa, yaitu GP Brasil, Hamilton saat ini memuncaki klasemen F1 2007 dengan perolehan 17 poin, alias empat angka lebih baik dari Fernando Alonso dan unggul 7 poin dari Kimi Raikkonen. (ian/ian)











































