Selanjutnya Apa, Alonso?

Selanjutnya Apa, Alonso?

- Sport
Senin, 22 Okt 2007 02:37 WIB
Selanjutnya Apa, Alonso?
Jakarta - Musim ini Fernando Alonso kerap melontarkan kekecewaan karena merasa dianaktirikan timnya. Setelah seri terakhir musim ini dituntaskan, apa langkah Alonso selanjutnya?Sebagai penyandang titel juara dunia dua tahun terakhir --sebelum Kimi Raikkonen memastikan jadi juara musim ini-- wajar kalau Alonso ingin dinomorsatukan di McLaren dan merasa kecewa karena perlakuan timnya tidak mencerminkan hal tersebut. Apa daya, McLaren memang tidak menganut kebijakan pembalap nomor satu dan dua.Apalagi ternyata kemilau sang debutan, Lewis Hamilton, sangat terang. Entah karena arogansinya terusik oleh "anak kemarin sore" atau memang pada faktanya sudah dinomorduakan oleh timnya sendiri, Alonso mulai melontarkan ketidakpuasan.Keretakan internal McLaren itu mulai terkuak setelah Alonso dan Hamilton terlibat insiden di pit-stop pada sesi kualifikasi GP Hongaria. Aroma hubungan tidak harmonis semakin menajam usai bukti email Alonso dijadikan bukti untuk menjatuhkan McLaren dalam kasus mata-mata.Tak ayal spekulasi tentang masa depan pembalap Spanyol tersebut mulai berkembang. Suasana pun terlihat semakin tidak kondusif buat Alonso, meski kontrak masih mengikat sampai musim 2008. Juara dunia bersama tim Renault itu memang menyanggah bakal pindah, namun masihkah keputusan itu dipegangnya usai gagal menjadi juara dunia pada musim 2007?Alonso tak bisa lagi menuntut diistimewakan musim depan. Dengan performa Hamilton yang tampaknya sudah merebut hati bos McLaren, Ron Dennis, Alonso harus siap dianggap setara serta meredam egonya jika ingin sukses di McLaren. Kalaupun nanti bisa lebih kalem, Alonso tidak lantas dijamin bakal betah. Bukan tidak mungkin kalau McLaren --sebuah tim yang berbasis di Woking, Inggris-- justru nanti lebih terang-terangan menganakemaskan Hamilton yang adalah pembalap Inggris.Pindah pun bukan solusi yang tepat. Banyak kalangan yang justu menilai adalah salah kalau Alonso keluar dari sebuah tim yang sangat kompetitif macam McLaren. Tidak bisa dibantah kalau tim itu memiliki salah satu kendaraan tercepat dan tertangguh di kompetisi musim ini.Maka, dilema kini pasti menghantui Alonso. Jika menetap, Alonso harus bisa meredam ego, itupun masih dengan ancaman dianaktirikan. Sedangkan kepindahan yang salah bisa jadi blunder serta membuat prestasinya surut. Setelah kompetisi musim ini tuntas, meski tidak ditandai dengan gelar juara dunia ketiganya, setidaknya Alonso bisa berkonsentrasi penuh memikirkan langkahnya nanti. (krs/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads