Klimaks Derita McLaren
Senin, 22 Okt 2007 04:09 WIB
Sao Paulo - Di saat menentukan titel juara dunia malah terlepas dari tangan dua pembalap tim McLaren yang sebelumnya jadi kandidat terdepan. Kegagalan itu bak jadi klimaks musim buruk yang harus dijalani McLaren.Di awal musim ini, McLaren boleh tersenyum setelah sukses memprotes movable floor rival beratnya, Ferrari. Senyum itu bisa bertambah lebar usai melihat performa juara dunia dua kali, Fernando Alonso, bersama rekannya, Lewis Hamilton, yang sangat meyakinkan.Namun seiring dengan itu ujian mulai melanda. Tim yang berbasis di Woking, Inggris, tersebut harus tersandung kasus mata-mata dan akhirnya menjadi pihak yang dinyatakan bersalah. Pencabutan seluruh poin konstruktor yang jadi ganjaran tak pelak membuat McLaren harus mengubur impian jadi juara dunia konstruktor.Cobaan buat McLaren belum juga berhenti karena adanya rivalitas antara Alonso dan Hamilton. Jenis rivalitas yang sama tercermin dalam seri penutup yang sangat menentukan di sirkuit Interlagos. Tidak seperti duo Ferrari yang bahu membahu saat start, Alonso seperti sangat enggan dilewati Hamilton yang juga terlihat sangat bernafsu melewati rekannya. Dampaknya, sang debutan yang sebelumnya difavoritkan menciptakan sederet rekor baru dengan jadi juara dunia malah sempat keluar dari lintasan. Balapan lantas dimenangkan Kimi Raikkonen yang akhirnya jadi juara dunia.Kegagalan duo McLaren meraih gelar juara dunia tentu saja menyesakkan mengingat Hamilton maupun Alonso sebenarnya lebih berada di atas angin. Setelah gagal di kejuaraan konstruktor, kegagalan kali ini jelas semakin menambah lengkap derita McLaren. "Sudah bertarung mati-matian di kejuaraan dunia pembalap sepanjang tahun dan tidak bisa meraih juara di tantangan akhir jelas amat mengecewakan," sesal bos McLaren, Ron Dennis, dikutip Autosport, Senin (22/10/2007) dinihari WIB.Belum lagi jika melihat poin di klasemen akhir pembalap dimana Raikkonen meraih gelar juara dunia hanya dengan keunggulan satu poin dari Alonso dan Hamilton. Kalau Raikkonen meraih 110 poin, duo McLaren itu hanya mampu mengemas 109 poin, bak jadi penanda kalau keduanya memang setara di tim yang tidak menganut kebijakan pembalap kesatu dan kedua tersebut."(Ini) Bukan hasil yang kami inginkan hari ini mengingat Lewis dan Fernando sudah begitu dekat menjadi Juara Dunia. Namun dua raihan poin 109 pun tidak bisa mengalahkan poin 110. Sangat menyakitkan kalau Anda gagal memenangkan kejuaraan hanya karena kurang dua poin," ucap Mercedes-Benz motorsport chief, Norbert Haug. (krs/a2s)











































