Manajemen Ferrari yang Seharusnya Dicuri McLaren
Senin, 22 Okt 2007 10:10 WIB
Jakarta - FIA menyatakan McLaren bersalah atas pencurian data Ferrari. Fakta bahwa tim "Kuda Jingkrak" akhirnya menyapu bersih gelar, mungkin manajemen tim yang harusnya di-foto copy McLaren.Tak perlu ditanya berapa banyak keuntungan yang didapat McLaren atas informasi rahasia Ferrari itu. Tapi meski dua pembalapnya dalam posisi terdepan dan jauh lebih diunggulkan, hasil GP Brasil, Minggu (21/10/2007) mengubah itu semua.Dari apa yang terjadi di Interlagos, Ron Dennis dan seluruh kru McLaren mungkin bisa belajar satu hal: memanajemen tim yang baik punya peran yang tak kalah besar dari sekedar kecepatan mobil dan reliabilitas mesin.Terlalu banyak perselisihan di tubuh McLaren sepanjang musim ini dengan Fernando Alonso seakan menjadi duri dalam daging. Hal mana tidak terlihat di tim yang bermarkas di Maranello.Dinihari tadi Ferrari menunjukkan betapa kerjasama antara dua pembalap bisa mendatangkan sesuatu yang sebelumnya tampaknya mustahil. Datang ke Interlagos dengan duduk di posisi tiga dan butuh beberapa kondisi untuk menjadi juara dunia, Kimi Raikkonen akhirnya sukses menuntaskan ambisinya.Memang itu tak bisa dilepaskan dari nasib buruk yang menerpa Lewis Hamilton. Tapi kerjasama tim -- utamanya bantuan Felipe Massa -- punya peran yang bisa bahkan menjadi penentu sukses "Si Manusia Es". Di awal lomba saja Massa sudah banyak memberi bantuan pada Kimi. Meraih pole, pembalap tuan rumah itu langsung melesat ke tengah trek menutup jalur Hamilton dan pada waktu bersamaan memberi lintasan bersih pada Kimi.Hal berbeda terjadi di Mclaren. Alonso dan Hamilton justru saling sikut yang berujung melebarnya MP4-22 milik Hamilton ke gravel dan posisinya turun ke urutan tujuh.Hingga setengah balapan terlewati Massa masih memimpin diikuti Kimi dan Alonso di urutan tiga. Berada di posisi terdepan dan tanpa beban apapun, Massa yang harusnya termotivasi karena tampil di depan pendukung sendiri justru seperti dalam posisi tertekan. Beberapa kali dia salah perhitungan dan mobilnya zig-zag tanpa sebab yang pasti."Hilangnya konsentrasi" Massa itu berujung pada terpangkasnya jarak dengan Kimi. Pembalap Finlandia itu pun akhirnya bisa memimpin balapan usai menjalani pitstop -nya yang ketiga di lap 53.Di F1 team order adalah barang haram yang harus dihindari jauh-jauh oleh seluruh tim. Ferrari memang identik dengan hal itu sewaktu Michael Schumacher menjadi "raja" di tim pimpinan Jean Todt itu. Ingat bagaimana Rubens Barrichello melambatkan laju mobilnya jelang finis di GP Austria 2002 demi memuluskan Schumi merengkuh gelar juara dunianya yang kelima?Dinihari tadi memang tak ada insiden sekasat mata kejadian di Sirkuit A1-Ring lima tahun lalu. Kalaupu Ferrari melakukan team order, mereka melakukannya dengan sangat halus dan sempurna.Sebuah kerjasama demi meraih kejayaan tim. Kejayaan Ferrari yang memastikan meraih gelar juara ganda setelah sebelumnya dipastikan merengkuh tropi juara konstruktor.Ini harusnya menjadi sebuah pelajaran buat McLaren. Kecepatan mobil dan reliabilitas mesin memang sangat penting, namun itu bukan segalanya. Ada kerja sama dan keharmonisan tim yang jadi modal besar untuk meraih kejayaan.Saat memutuskan menyimpan 780 halaman dokumen tekhnis Ferrari, Mclaren mungkin seharusnya juga minta pada Nigel Stepney untuk mem-foto copy dokumen manajemen tim "Kuda Jingkrak". (din/a2s)











































