Tuduhan Baru Terhadap Renault

Tuduhan Baru Terhadap Renault

- Sport
Jumat, 23 Nov 2007 19:32 WIB
Tuduhan Baru Terhadap Renault
Jakarta - Kasus kepemilikan data McLaren oleh Renault kembali bergulir. Kini muncul tuduhan baru pada Renault kalau mereka tak sekedar memiliki, tapi sudah diuntungkan dengan data tersebut.

Renault sebelumnya telah mengakui kalau mereka memiliki data teknis Mclaren yang dibawa Phil Mackareth -- mantan tekhnisi McLaren yang kemudian bekerja di Renault. Meski begitu tim pimpinan Falvio Briatore itu selalu kekeuh mengatakan kalau mobil yang mereka bangun 100% bebas dari pengaruh data McLaren.

Namun kini muncul tuduhan baru kalau data McLaren yang dimiliki secara ilegal tersebut sudah memberi keuntungan pada pengembangan mobil mereka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jelas sekali kalau desain rahasia McLaren telah secara sadar, sengaja dan secara luas telah dibicarakan serta didiskusikanΒ  dengan insinyur desain dan mesin Renault yang kemudian memberikan mereka keuntungan yang tidak fair," ungkap pengacara McLaren seperti diberitakan Autosport.

Disebutkan juga kalau pengacara McLaren merasa kecewa dengan sikap Renault menanggapi kasus tersebut. Menurut sebuah sumber, McLaren melalui pengacaranya sudah mengirimkan surat protes resmi menyusul sikap "tidak bekerjasama" yang ditunjukkan staf Renault dalam proses penyelidikan.

Yang juga diprotes kubu McLaren adalah laporan yang dibuat Renault yang menurut mereka "tidak lengkap" atau "menyesatkan". Mclaren juga menuduh beberapa anggota Renault memberikan kesaksian yang berbeda.

PengacaraΒ  McLaren juga meyakini kalau data milik mereka dibaca oleh setidaknya 18 teknisi Renault. Bahkan tujuh staf senior termasuk Kepala Desain Tim Densham, Wakil Direktur Tekhnik James Allison dan Kepala R&D Robin Tuluie juga ikut mendiskusikan data tersebut. Atas tuduhan tersebut Renault rencananya akan menghadapi FIA pada 6 Desember. .
(din/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads