Renault sebelumnya telah mengakui kalau mereka memiliki data teknis Mclaren yang dibawa Phil Mackareth -- mantan tekhnisi McLaren yang kemudian bekerja di Renault. Meski begitu tim pimpinan Falvio Briatore itu selalu kekeuh mengatakan kalau mobil yang mereka bangun 100% bebas dari pengaruh data McLaren.
Namun kini muncul tuduhan baru kalau data McLaren yang dimiliki secara ilegal tersebut sudah memberi keuntungan pada pengembangan mobil mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disebutkan juga kalau pengacara McLaren merasa kecewa dengan sikap Renault menanggapi kasus tersebut. Menurut sebuah sumber, McLaren melalui pengacaranya sudah mengirimkan surat protes resmi menyusul sikap "tidak bekerjasama" yang ditunjukkan staf Renault dalam proses penyelidikan.
Yang juga diprotes kubu McLaren adalah laporan yang dibuat Renault yang menurut mereka "tidak lengkap" atau "menyesatkan". Mclaren juga menuduh beberapa anggota Renault memberikan kesaksian yang berbeda.
PengacaraΒ McLaren juga meyakini kalau data milik mereka dibaca oleh setidaknya 18 teknisi Renault. Bahkan tujuh staf senior termasuk Kepala Desain Tim Densham, Wakil Direktur Tekhnik James Allison dan Kepala R&D Robin Tuluie juga ikut mendiskusikan data tersebut. Atas tuduhan tersebut Renault rencananya akan menghadapi FIA pada 6 Desember. .
(din/din)











































