Setelah McLaren dikeluarkan dari persaingan konstruktor dan dihukum denda 100 juta dollar oleh FIA karena kedapatan memiliki dokumen teknik Ferrari secara ilegal, kini giliran Renault yang dituduh McLaren memiliki data-data penting mereka. Bahkan menurut McLaren, Renault telah diuntungkan dengan data-data tersebut.
Dua skandal tersebut tak pelak mengguncang dunia F1 dan mengundang banyak kecaman. Namun menurut Newey, aksi spionase di F1 adalah hal yang lumrah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kasus McLaren, Mike Coughlan dituduh memiliki 780 halaman dokumen milik Ferrari yang difotocopy. Sementara pada kasus Renault, Phil Mackareth dituduh membawa beberapa disket yang berisi data McLaren saat pindah dari tim itu ke Renault.
"Pendapat pribadi saya adalah apa yang dibawa setiap orang dalam kepala mereka adalah fair, namun tidak apabila mereka membawanya dalam format tulisan atau elektronik," lanjut mantan desainer McLaren tersebut.
Newey menikmati banyak kesuksesan pada medio 1990-an. Pada tahun 1992 sasis buatannya berhasil membuat Nigel Mansell menjadi juara dunia dan dirinya berhasil mengamankan gelar konstruktor ke tangan Williams. Tahun berikutnya giliran Alain Prost yang dibantunya jadi juara dengan FW15C. Kerjasamanya dengan McLaren menghasilkan gelar juara dunia 1998 dan 1999 bagi pembalap asal Finlandia, Mika Hakkinen. (din/din)











































