'Spionase Akan Selalu Ada di F1'

'Spionase Akan Selalu Ada di F1'

- Sport
Sabtu, 24 Nov 2007 19:02 WIB
Spionase Akan Selalu Ada di F1
Jakarta - Chief Technical Officer Red Bull Adrian Newey menyebut isu spionase di F1 terlalu dibesar-besarkan, menurutnya hal itu sudah bukan hal yang mengejutkan karena sudah sering terjadi.

Setelah McLaren dikeluarkan dari persaingan konstruktor dan dihukum denda 100 juta dollar oleh FIA karena kedapatan memiliki dokumen teknik Ferrari secara ilegal, kini giliran Renault yang dituduh McLaren memiliki data-data penting mereka. Bahkan menurut McLaren, Renault telah diuntungkan dengan data-data tersebut.

Dua skandal tersebut tak pelak mengguncang dunia F1 dan mengundang banyak kecaman. Namun menurut Newey, aksi spionase di F1 adalah hal yang lumrah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jika anda berbicara mengenai saga spionase, maka pendapat saya hal tersebut terlalu dibesar-besarkan. Hal ini biasa terjadi dan akan terus ada pada industri ini (F1). Faktanya banyak pelanggaran yang terjadi pada masa lampau, banyak personel tim membawa info ketika mereka pindah ke tim lainnya, namun hal ini tidak terdeteksi," tuturnya pada Skysports.

Dalam kasus McLaren, Mike Coughlan dituduh memiliki 780 halaman dokumen milik Ferrari yang difotocopy. Sementara pada kasus Renault, Phil Mackareth dituduh membawa beberapa disket yang berisi data McLaren saat pindah dari tim itu ke Renault.

"Pendapat pribadi saya adalah apa yang dibawa setiap orang dalam kepala mereka adalah fair, namun tidak apabila mereka membawanya dalam format tulisan atau elektronik," lanjut mantan desainer McLaren tersebut.

Newey menikmati banyak kesuksesan pada medio 1990-an. Pada tahun 1992 sasis buatannya berhasil membuat Nigel Mansell menjadi juara dunia dan dirinya berhasil mengamankan gelar konstruktor ke tangan Williams. Tahun berikutnya giliran Alain Prost yang dibantunya jadi juara dengan FW15C. Kerjasamanya dengan McLaren menghasilkan gelar juara dunia 1998 dan 1999 bagi pembalap asal Finlandia, Mika Hakkinen. (din/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads