Sejak bergabung dengan Renault tahun 2003, Alonso cuma butuh dua tahun untuk bisa mengukuhkan dirinya menjadi juara dunia. Hebatnya dia melakukan itu di usia yang sangat belia, 24 tahun dan 58 hari, yang membuatnya menjadi juara dunia termuda.
Catat pula kalau gelar yang didapatnya tahun 2005 tersebut merupakan gelar juara dunia konstruktor pertama buat Renault sejak pertama turun tahun di F1 tahun 1977. Sukses yang mereka raih dengan memutus dominasi Ferrari dan McLaren.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Posisi tiga klasemen konstruktor -- setelah McLaren dicoret -- memang bisa diraih Renault, tapi rasanya itu bukan gambaran sesungguhnya dari kekuatan mereka. Cuma sekali pembalap-pembalap Renault bisa mencicipi podium saat Heikki Kovalainen finish di posisi dua GP Jepang.
Sementara sepanjang musim R27 tak bisa disejajarkan dengan MP4-22 milik McLaren atau F2007 milik Kuda Jingkrak. Renault bahkan tak cukup cepat untuk bertarung dengan F1.07 milik BMW.
Kalau ada yang bisa kembali jadi andalan Renault maka itu tentu saja Alonso. Sang juara dunia dua kali itu diharapkan bisa ikut memberi masukan pada mobil mereka sehingga akan jauh lebih kompetitif tahun 2008.
"Saya harus meningkatkan tantangan yang sama dengan (tes pra musim) musim dingin tahun lalu dan saya yakin hal itu bisa terjadi lagi. Setelah itu, saya akan menjalani musim yang sempurna dan berharap hal (positif) lain datang dengan cepat," ungkap Alonso di Autosport.
Ada banyak jawaban untuk menjawab pertanyaan apakah hasil kerjasama itu akan kembali berbuah manis buat Alonso juga Renault. Tapi sambil menunggu pertanyaan itu terjawab seiring berjalannya musim depan, Alonso setidaknya sudah kembali ke rumahnya, ke rumah yang sudah membesarkan namanya dan jelas-jelas membuatnya merasa nyaman berada di sana. (din/key)











































