Kelanjutan nasib Giancarlo Ficichella yang ikut terdepak mungkin tak lagi menarik karena pembalap Italia itu sudah terhitung uzur plus tak kunjung berprestasi. Hal yang berbeda terjadi dengan mantan rekannya, Kovalainen.
Meskipun cuma duduk di posisi tujuh klasemen pembalap dengan poin 30, banyak yang masih menganggap driver Finlandia itu punya cukup skill untuk berprestasi di F1. Apalagi sepanjang musim 2007 ini mobil Renault juga tak kompetitif yang memunculkan dugaan kalau hal itu membuatnya sulit berprestasi .
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan kondisi tersebut Kovalainen bisa menjadi pilihan tunggal yang tersisa buat Ron Dennis. Memang masih ada Pedro de la Rosa, sang test driver, tapi memilih Pedro sebagai pembalap mungkin akan jadi alternatif terakhir Dennis.
Kalau mau mendapatkan pembalap Finlandia berusia 26 tahun itu McLaren mungkin harus bergerak lebih cepat. Toyota dikabarkan juga tertarik dengan mantan pembalap GP2 itu untuk musim depan dengan mengorbankan Jarno Trulli.
"(Pemecatan dari Renault) ini sesuatu yang bisa kita perkirakan. Pada beberapa kesempatan kita dihadapkan pada pilihan-pilihan. Renault sudah membuat keputusan ini, tapi untungnya masih ada dua opsi dengan tawaran yang menarik," ungkap Kovalainen di Autosport.
Debut Kovalainen di F1 tak bisa dibilang buruk. Sepanjang 17 seri hanya sekali dia gagal finish, sementara raihan terbaiknya adalah di GP Jepang saat dia mampu meraih podium kedua dalam balapan basah. (din/ian)











































