Setelah minggu lalu McLaren mengeluarkan permintaan maaf atas kasus spionase, tersiar kabar Dennis akan mundur dari kursi kepemimpinannya di McLaren. Beberapa media Inggris bahkan banyak yang memberitakan bahwa Pria berusia 60 tahun itu sebenarnya sudah lama berniat pensiun dan skandal spionase hanya akan menambah cepat prosesnya saja.
Namun, semua itu dibantah Dennis. Dia meyakinkan bahwa dirinya tidak akan mundur dari jabatan CEO McLaren, "Saya tidak akan mundur, itu pasti," ujarnya, seperti dilansir F1-Live.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain menjabat sebagai CEO McLaren, pria kelahiran Woking, Inggris, ini juga menguasai 15% saham kepemilikan The Silver Arrows. Ia bergabung dengan McLaren pada tahun 1980 setelah berhasil membujuk presiden McLaren saat itu, Teddy Mayer, untuk melakukan merger.
(a2s/din)











































