Seperti diberitakan sebelumnya, WMSC memang memutuskan menghentikan bergulirnya kasus spionase yang awalnya dinamai skandal Stepneygate tersebut. WMSC membatalkan agenda pertemuan pada Februari 2008 yang sedianya membahas legalitas mobil McLaren. Penghentian itu dilakukan salah satunya karena ada tekanan dari Presiden FIA Max Mosley.
Ferrari rupanya menilai McLaren tidak pernah bersungguh-sungguh mengakui bahwa mereka telah melakukan kesalahan. Bagi tim asal Italia itu, permintaan maaf McLaren belum cukup menghapus dosa mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tiga bulan kemudian, semuanya terbukti salah. McLaren bahkan mengkorupsi personil mereka sendiri untuk membuat tandatangan palsu," imbuh lelaki berkebangsaan Prancis itu.
Secara keseluruhan, Ferrari mengeluhkan penanganan FIA dan WMSC terhadap kasus yang merugikan timnya tersebut.
Presiden Ferrari Luca Di Montezemolo memiliki pendekatan berbeda saat berkomentar. Saat ditanyai soal jaminan McLaren bahwa mereka tidak akan mengembangkan komponen yang "berbau" Ferrari, Di Montezemolo menjawab sinis, "Ya, saya yakin itu. Setidaknya, warnanya akan berbeda. Saya tidak mungkin menantikan McLaren berwarna merah (warna kebesaran Ferrari)."
"Tim Inggris itu (maksudnya McLaren) tak pernah melewatkan satupun kesempatan untuk menunjukkan kurangnya rasa sportivitas mereka," pungkas supremo Ferrari itu di Republicca. (arp/arp)










































