Ironisnya, walaupun sudah berkiprah sangat lama di dunia Formula 1, dalam 50 tahun terakhir tidak pernah ada seorang pembalap Jerman pun yang mengendarai mobil bermesin Mercedes di ajang ini.
Kebijakan Mercedes amat kontras dengan rival Jerman-nya, BMW, yang di musim lalu memakai jasa Nick Heidfeld dan dua test driver lokal, Timo Glock dan Sebastian Vettel, meskipun yang terakhir kemudian digaet Scuderia Torro Rosso.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tak habis pikir kenapa sebuah pabrikan Jerman tak pernah memberi kesempatan kepada seorang pembalap Jerman," ujar pria berusia 39 tahun itu kepada kantor berita SID.
Keheranan Bartels agaknya memuncak setelah McLaren memilih Heikki Kovalainen yang berasal dari Finlandia untuk menggantikan Fernando Alonso (Spanyol) dan mendampingi Lewis Hamilton (Inggris).
"Nico Rosberg bisa dilepaskan dari kontraknya di Williams. Adrian Sutil juga salah satu kandidat buat saya," Bartels menambahkan. "Ralf (Schumacher) juga. Dia itu cepat dan punya pengalaman yang hebat."
(a2s/krs)











































