Kubu Inggris sangat gusar dengan kejadian yang dialami Hamilton dalam sesi ujicoba di sirkuit tersebut akhir pekan lalu. Media-media massa pun melancarkan serangan untuk membela pembalap McLaren itu.
Tabloid The Sun, misalnya, memperlihatkan foto yang menunjukkan ulah rasis tersebut, di antaranya gambar beberapa penonton mengenakan wig rambut keriting dan merias wajahnya dengan warna gelap. Kaos yang ia kenakan bertuliskan "Keluarga Hamilton".
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih dalam koran The Independent menyebut dalam editorialnya bahwa insiden itu telah membongkar adanya elemen kebohongan rasis dalam kultur moderen Spanyol.
"Rasisme adalah olahraga orang Spanyol," kecam Daily Telegraph. "Ada sebuah kesalahan serius karena otoritas mereka tidak mengajarkan kepada warganya bahwa kelakukan seperti ini tidaklah bisa diterima."
Mendapat "serangan" seperti itu media Spanyol tidak tinggal diam. Walaupun La Vanguardia dan El Mundo bersuara keras dan merasa malu atas suporternya sendiri, beberapa terbitan yang lain memberi pembelaan.
Seorang penulis Diario AS menuding pers Inggris yang terlalu membesar-besarkan masalah ini, karena ulah itu hanya dilakukan oleh belasan orang, tapi digambarkan seakan-akan ribua orang yang melakukannya.
"Generalisasi adalah kebiasaan yang berbahaya, yang sering menggiring kesimpulan keliru dan nyaris selalu tidak adil," tulisnya.
Artikel lain di AS mengatakan bahwa insiden Barcelona telah dijadikan bola salju yang tidak proporsional. Bos Circuit de Catalunya Ramon Praderas juga menuding media Inggris "meletakkan insiden itu di luar konteks".
"Untuk mengatakan bahwa kami adalah bangsa yang rasis sudah kelewatan. Ada lebih banyak orang yang berfoto-foto senang dengan Hamilton."
(a2s/krs)











































