"Saya ingin meminta maaf pada Lewis Hamilton dan keluarganya atas aksi kami. Saya bukan seorang rasis dan kami tidak bermaksud menyerang siapapun. Lewis adalah pembalap fantastis dan saya sangat hormat padanya," ungkap Toni Calderon, salah seorang fans Spanyol yang menjadi "keluarga" Hamilton seperti diberitakan Crash.
Pekan lalu dunia F1 dikejutkan dengan aksi rasisme yang dilakukan fans Spanyol terhadap Hamilton di Sirkuit Catalunya. Memang ada yang terang-terangan menghina Hamilton atas dasar warna kulitnya melalui spanduk dan teriakan "puto negro (negro sialan) dan "negro de mierda" (black shit).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tidak sedikitpun punya maksud menghina pembalap Inggris atas warna kulitnya atau menyerang orang lain. Pihak keamanan di pintu masuk malah menertawai (kami) dan membiarkan masuk. Faktanya, dari banyak orang yang berpapasan dengan kami setengahnya menduga kami adalah fans Hamilton. Banyak yang berfoto bersama," lanjut Calderon.
Komentar Calderon dibenarkan seorang sosiolog Spanyol bernama Juan Diez Nicolas. Menurutnya serangan terhadap Hamilton bukan di arahkan langsung pada warna kulitnya, tapi lebih karena hubungannya dengan Fernando Alonso di McLaren musim lalu.
"Itu adalah tindakan menyerang dan mengarah ke hal yang lain, tapi jelas sekali bukan sesuatu yang bisa dikaitkan dengan rasisme. Hamilton adalah rival Fernando Alonso, dan telah menjadi musuh serta tidak setia padanya musim lalu," ungkap Nicolas. (din/arp)











































