Koran Daily Telegraph di Inggris melansir, laporan keuangan dari CVC Beta Holdings menunjukkan bahwa divisi periklanan dan pelayanan korporat menderita rugi 3 juta dolar AS (sekitar Rp 27 milyar) pada musim 2007 lalu.
Jumlah kerugian itu tercipta salah satunya akibat dari kewajiban membayar uang sejumlah US$ 22,5 juta sebagai bunga atas pinjaman senilai US$ 334 juta yang dipakai oleh CVC untuk membeli saham F1 pada medio 2006.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibat laporan itu, CVC dan Bernie Ecclestone --pemilik saham F1 yang lain-- dikabarkan berniat untuk memindahkan fokus F1 dari daratan Eropa ke ceruk-ceruk pasar baru di Asia dan Timur Tengah.
Di Singapura misalnya, banyak perusahaan yang bersedia membayar lebih mahal untuk beriklan dan membayar pelayanan corporate entertainment pada sebuah balapan.
Niat CVC dan Bernie untuk melirik pasar bakal menguat melihat kenyataan bahwa dua GP di musim ini, yakni GP Prancis dan GP Kanada, dilaporkan belum memiliki sponsor. Kedua seri itu pun terancam dicoret dari kalender.
(arp/krs)











































