Rivalitas itu terjadi setelah Alonso meminta status sebagai pembalap utama karena menganggap The Silver Arrows terlalu mementingkan Hamilton. Imbasnya, hubungan Alonso dengan team principal McLaren, Ron Dennis, juga ikut menegang.
Ketika ditanya apakah dirinya menganggap Hamilton sebagai seorang teman, juara dunia 2005 dan 2006 itu hanya menjawab: "Mungkin teman bukanlah kata yang cocok," ujarnya kepada BBC. "Saya pikir tidak banyak pembalap F1 berteman satu sama lain," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami banyak menaruh respek satu sama lain. Terkadang kami berjabat tangan, saling menyapa, dan berbicara soal balapan ketika kami bertemu. Tetapi kami tidak pergi makan malam atau menonton film dengan semuanya. Tidak dengan Kimi, tidak dengan Massa, atau bahkan (rekan barunya di Renault, Nelson) Piquet. Saya pikir di luar F1 kami lebih dekat dengan keluarga," paparnya.
Meski demikian, Alonso tetap menyayangkan insiden rasis yang sempat menimpa Hamilton di sirkuit Catalunya. "Saya tidak terlalu tahu apa yang terjadi, saya hanya membaca di koran. Tetapi jika itu yang benar terjadi maka hal itu harus dihentikan," tandasnya.
Alonso juga menyuarakan pendapatnya mengenai kemungkinan Hamilton untuk menjuarai F1 tahun ini. Menurutnya, pembalap asal Inggris itu mungkin saja bisa meraihnya walaupun ia tidak melupakan nama Kimi Raikkonen.
"Dia sangat mungkin menjadi juara. Tetapi jika saya harus menyebut nama, maka Ferrari dan Kimi Raikkonen akan menjadi pembalap yang harus dikalahkan karena ia merupakan juara dunia," tukasnya. (din/din)











































