Tanpa Kontrol Traksi, Bakal Ngeri?

Jelang F1 2008

Tanpa Kontrol Traksi, Bakal Ngeri?

- Sport
Rabu, 12 Mar 2008 05:40 WIB
Tanpa Kontrol Traksi, Bakal Ngeri?
Jakarta - Regulasi anyar F1 2008 mengharamkan digunakannya kontrol traksi pada setiap mobil kontestan. Kengerian pun mengemuka karena diprediksi akan muncul banyak kecelakaan.

Larangan penggunaan kontrol traksi memang mulai dijalankan musim ini. Imbasnya semua tim berusaha memodifikasi jet daratnya untuk bisa mengakali pengurangan 'sistim pembantu' itu.

Efektif? Tentu saja hasil dari modifikasi tersebut baru bisa dilihat saat balapan sebenarnya mulai bergulir pada 16 Maret, di Melbourne Park, Australia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun banyak yang memprediksi akan muncul sejumlah insiden kecelakaan di setiap seri. Soalnya pembalap era 2000an sudah biasa 'dimanjakan' dengan kontrol traksi, yang membantu mereka dalam setiap balapan.

Kontrol traksi diperkenalkan pada tahun 1980-an. Sempat dilarang untuk digunakan beberapa tahun kemudian, sistim bantu pembalap ini kembali dilegalkan pada 2001. Piranti ini disebut-sebut banyak membantu pembalap, baik dalam penguasaan mobil maupun saat melaju kencang.

Nah dengan munculnya larangan penggunaan kontrol traksi di musim 2008, pembalap harus menyesuaikan diri dengan sistim baru ini. Gaya membalap pun harus kembali di-setting sedemikian rupa karena mereka tak lagi mendapat 'piranti bantu'.

Pembalap akan mengalami kesulitan berlebih dalam menguasai mobil, terutama ketika memasuki tikungan dengan kondisi roda spin. Belum lagi aroma persaingan, menjaga posisi, atau bahkan meng-overtake rival.

"Akan menjadi tidak mungkin mengatasi wheelspin. Untuk bisa mencatat waktu lap yang bagus, sangat penting menghindari wheelspin di setiap sudut tikungan, dan untuk melakukannya tidaklah mudah," ungkap Fernando Alonso beberapa waktu lalu di Formula1.com.

Jika memang demikian, semua pihak yang terlibat langsung dalam balapan harus waspada. Bukan tidak mungkin banyak insiden kecelakaan terjadi. Safety Car pun berpeluang muncul dalam intensitas yang cukup tinggi.

Namun keselamatan pembalap tetap menjadi nomor satu. Kabarnya modifikasi mobil untuk mengakali minusnya piranti kontrol traksi membuat banyak tim juga meninggikan level safety pembalapnya.

Apapun itu, munculnya regulasi anyar ini mengartikan pembalap dituntut untuk lebih mengeluarkan kemampuan terbaik mereka sendiri, tanpa bantuan dari piranti yang ada di mobil. Label juara dunia sejati pun lebih pantas disandang di kemudian hari.

(ian/din)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads